counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Penjual Minyak Goreng di Makassar Resah

-

CELEBESONLINE (Makassar): Konsumen rumah tangga termasuk yang paling resah jika pemerintah akhirnya melarang penjualan dan peredaran minyak goreng curah. Mereka menyebut kebijakan pemrintah itu justru merugikan masyarakat umum serta pengusaha kecil.

Salah satu penjual minyak goreng curah di pasar, Kahar, mengatakan, kebijakan itu langsung makin memberatkan masyarakat secara umum. “Kami sehari-hari memasok kebutuhan minyak goreng curah untuk kegiatan usaha seperti pengusaha gorengan dan pedagang sari laut. Kalau itu diberlakukan, harga kebutuhan pokok lainnya juga terus naik,” kata Kahar kepada CELEBES TV.

Produk minyak goreng curah yang dijual di pasar memang tergolong lebih murah dibandingkan dengan harga minyak goreng kemasan. Harga minyak curah per liter berkisar Rp 9.000 perliter. Sedangkan minyak goreng kemasan berkisar Rp 14 ribu perliter. Jika aturan tersebut berlaku, dapat dipastikan masyarakat kecil harus mengeluarkan tambahan biaya sekitar Rp 5.000 untuk mendapatkan produk minyak goreng kemasan untuk kebutuhan harian,” katanya.

Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan RI telah menetapkan larangan peredaran dan penjualan minyak goreng curah dijual di pasaran mulai 27 Maret 2016. Sebagai pengganti, konsumen disarankan membeli minyak goreng dalam kemasan. Pelarangan itu terkait mutu minyak goreng curah yang tidak terjamin. Selain kurang vitamin, kebersihannya meragukan.

Berikut perbedaan harga maupun kualitas antara minyak goreng curah dengan minyak goreng kemasan:

1. Minyak goreng curah
Harga : Rp. 9000 perliter
Kemasan : 1/2 liter – 10 liter
Kualitas: rendah
Konsumen: menengah ke bawah

2. Minyak goreng kemasan
Harga: Rp 14.000 per 900 mililiter
Kemasan: 900 ml – 10 liter
Kualitas: menengah dan premium
konsumen : menengah ke atas.(*)

468×60 Banner semen
Logo Header Menu
web
analytics