counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Klenteng Ibu Agung Bahari, Saksi Kerusuhan Ras di Makassar

CELEBESONLINE (Makassar): Selain klenteng Xian Ma, salah satu klenteng tertua di Kota Makassar yakni Klenteng Ibu Agung Bahari atau Vihara Ibu Agung Bahari. Klenteng ini masih berdiri kokoh di perempatan Jalan Serui dan Jalan Sulawesi, Kota Makassar.

Klenteng ini telah berusia 200 tahun dan pernah menjadi korban kebakaran pada peristiwa kerusuhan ras kaum Tionghoa tahun 1997. Seksi Sembahyang Vihara Ibu Agung Bahari, Thio Hindranata Abadi, mengatakan, klenteng ini awalnya hanya satu lantai dan didirikan untuk memfasilitasi sembahyang masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Makassar. Setelah dirasa sudah terlalu sempit, maka pada tahun 2006, klenteng yang dikenal dengan nama Ma’ Chou ini diperbarui dengan menambah bangunan menjadi empat lantai.

Perbaikan itu juga karena sebagian bangunan sudah rusak sebagai dampak kebakaran. Saat kerusuhan itu, sekitar 90 persen bangunan rusak parah. Bahkan beberapa patung dewa yang berukuran besar hangus terbakar dan pengurus hanya mampu menyelamatkan beberapa patung berukuran kecil yang bisa kembali dipajang di klenteng itu.

Salah satu yang menjadi ciri khas dari klenteng ini yakni patung Ibu Agung Bahari yang diletakkan di bagian teratas klenteng dengan tinggi sekira tujuh meter dan menghadap ke arah laut. Hindranata menerangkan filosofi patung tersebut. Patung ini diakui sebagai dewi penyelamat pelaut yang melakukan pelayaran pada masa lampau. Patung yang dipajang dilantai teratas klenteng ini sengaja dihadapkan ke laut sebagai harapan Ibu Agung Bahari ini bisa memberikan keselamatan terhadap seluruh pelaut.

“Klenteng ini terdiri atas empat lantai. Lantai lantai tiga dijadikan sebagai vihara yang memajang patung Budha dan patung Dewi Kwan In. Lantai empat ditempatkan untuk persembahyangan masyarakat Tionghoa menyembah Ibu Agung Bahari dan berbagai patung dewa lainnya. Lantai satu dan dua juga tempat bersembahyang.(*)

468×60 Banner semen
Logo Header Menu
web
analytics