counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Mengapa Gempa Mentawai Tidak Berpotensi Tsunami?

CELEBESONLINE (Mentawai): Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan pengumuman bahwa gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter di daerah sekitar 682 kilometer barat daya Kepulauan, Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (02/03/2016) malam, berpotensi Tsunami. Namun belakangan dikoreksi oleh Kepala BMKG Andi Eka Sakya.

“Kecil kemungkinannya terjadi Tsunami,” kata Andi Eka melalui sambungan telepon ke salah satu stasiun televisi swasta.

Mengapa tidak berpotensi Tsunami? Berikut ini penjelasan ilmiahnya.

Bila melihat data focal mechanisms atau CMT-solution, maka gempa tektonik di Kepulauan Mentawai merupakan jenis gempa dengan model strike-slip faulting atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah Sesar Geser. Gempa dengan pola Sesar Geser terjadi karena pergerakan kerak bumi yang saling bergeser berlawanan arah secara horisontal. Pada gerakan seperti ini, dapat timbul gelombang air bila terjadi di laut, tapi tidak terlalu besar. Dengan kata lain, meski amplitudonya getarannya besar namun tipis untuk sampai ke tahap Tsunami.

CELEBESONLINE Model gempa Sesar geser dan sesar naik-turun
Model gempa Sesar geser dan sesar naik-turun

Apalagi gempa yang pada daerah punggungan dan bukan pada daerah subduksi (daerah pertemuan dua jenis lempeng bumi yang sangat berbeda massa jenis). Tsunami bisa sangat terjadi bila gempa yang terjadi mengikuti model sesar naik atau sesar turun. Pada sesar naik atau sesar turun, dua lempengan yang bertemu saling bergerak berlawanan arah, ke atas dan ke bawah. Bila energi yang ditimbulkan oleh pergerakan lempeng itu sangat besar, maka otomatis air laut pun ikut bergerak naik dan turun. Pergerakan lempeng inilah yang kemudian menyedot air laut ke pusat lempeng itu sehingga timbul fenomena air di pinggir pantai menjadi surut. Setelah air terkumpul dan bertumbukan, maka timbul gelombang besar yang menjalar ke berbagai arah dalam bentuk Tsunami.

Gempa yang terjadi di Mentawai, hampir mirip dengan gempa yang terjadi di Aceh pada 11 April 2012. Gempanya pun mengikuti pola sesar geser.(*)

468×60 Banner semen
Logo Header Menu
web
analytics