counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Mahkamah Agung Tolak Kasasi yang Diajukan Menpora

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Makassar): Hakim Mahkamah Agung (MA) pada sidang yang berlangsung di Jakarta, Senin (07/03/2016), memutuskan menolak kasasi yang diajukan Menpora terkait pembekuan PSSI. Keputusan penolakan itu tertuang pada surat nomor 36 K/TUN/2016.

Keputusan tiga hakim yakni Harry Djatmiko, Irfan Fachruddin, dan Yulius, menguatkan kembali posisi PSSI atas Menpora yang membekukan PSSI melalui SK nomor 01307 tertanggal 17 April 2015. Ini juga berarti Menpora sudah tiga kali kalah di tingkat pengadilan.

Sebelumnya, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang tertuang pada SK nomor 91/G/2015/PTUN JKT tertanggal 14 Juli 2015 memenangkan PSSI yang mengugat Menpora atas pembekuan organisasi tertinggi olahraga sepakbola Indonesia itu. Menpora kemudian mengajukan banding, namun PTUN kembali memenangkan PSSI berdasarkan SK Nomor 266/B/2015/PTUN tertanggal 28 Oktober 2015. Hakim PTUN menilai Menpora Imran Nahrawi menyalahi wewenang dengan membekukan PSSI.

Ada tiga putusan yang dikeluarkan hakim PTUN. Pertama, menolak eksepsi tergugat (Menpira) mengenai tidak absahnya kepengurusan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti. Kedua, mengabulkan permohonan tergugat (PSSI). Ketiga, mewajibkan Menpora mencabut SK pembekuan PSSI.

Menpora kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN). Upaya banding itu gagal berdasarkan SK bernomor 266/B.2015/PTTUN bertanggal 28 Oktober. Tidak puas dengan hasil itu, Menpora mengajukan kasasi yang diterima oleh Mahkamah Agung pada 2 Februari 2016.

Menpora belum menyatakan pendapat mengenai keputusan Mahkamah Agung. Menpora masih punya satu peluang melalui Peninjauan Kembali (PK). Tapi jika PK ini ditolak, maka Menpora harus mencabut keputusannya yang memberukan PSSI.(*)

Related posts

CELEBESONLINE