counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Jangan Lewatkan GMT Besok, Ini Keistimewaannya

CELEBESONLINE (Maryland): Fenomena alam gerhana matahari total (GMT) akan besok, Rabu (9/3/20160 pagi. Karena ini momen langka dan baru akan terjadi lagi 2042 mendatang, maka fenomena ini tidak ingin dilewatkan begitu saja.

Apalagi, GMT tahun ini yang bisa dinikmati di sejumlah daerah di Indonesia memiliki banyak keistimewaan. Sebab GMT tahun ini benar-benar purnama, bulan, dan matahari total sempurna menyatu.

“Seolah-olah keduanya menyatu, padahal keduanya berada di dua tempat berbeda. Orbitnya berbeda. Jadi Anda bisa melihat sebuah fenomena di pagi hari seperti ada dua gerhana,” kata peneliti luar angkasa Goddard Space Flight Center NASA, Sarah Jaeggli, di Greenbelt, Maryland, Amerika Serikat, seperti dilansir dalam laman NASA, Senin (7/3/2016).

“Matahari tertutup bulan. Kondisinya gelap seperti malam hari, namun langit tetap terlihat biru,” tambahnya.

Puncak gerhana memang sangat singkat, hanya tiga menit. Pada momen-momen itulah saatnya warga dunia melihat fenomena yang tidak biasa, yang pernah terjadi 350 tahun silam.

Jaeggli menambahkan, tidak semua warga dunia bisa melihat kesempurnaan GMT tahun ini karena jaraknya sangat menentukan. Jarak terdekat untuk bisa melihat korona muncul, ketika bulan dan matahari sejajar hanya 97 mil.

“Anda bisa menyaksikan bagaimana proses penyatuan matahari dan bulan ini kemudian muncul korona. Dan tiga menit kemudian matahari mulai bergeser. Korona makin memudar, lalu muncul matahari dan bulan baru di masing-masing orbit,” ucapnya.

GMT seperti ini bisa terjadi karena garis geometri planet tepat sejajar. Padahal faktanya matahari itu 400 kali lebih lebar dari bulan. Dan 400 kali lebih jauh dari Bumi. Namun tampak di depan mata, bulan dan matahari berukuran sama sehingga menempel sempurna.

“Ini artinya bulan dapat memblokir seluruh permukaan matahari, dan hanya menutupi sebagian kecil inti korona,” tambahnya.

Ukuran bulan pun tampak lebih besar karena mampu menutup matahari. Peristiwa monumental ini sangat bagus dilihat di Palu, Ternate, dan Bangka Belitung. Oleh sebab itu tiga wilayah tersebut menjadi tujuan utama para ilmuwan dunia, para pemburu gerhana maupun para wisatawan.(*)

468×60 Banner semen
Logo Header Menu
web analytics