counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Kapal Dibajak, Nasib Tiga Orang Sulsel Belum Jelas

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Makassar): Sampai sekarang nasib awak kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 belum jelas setelah kapal tersebut diduga dibajak olek kelompok Abu Sayyaf yang bermarkas di Philipina. Pemerintah masih terus mencari tahu keberadaan kapal dan awak tersebut.

Sumber yang tidak resmi mengatakan, terdapat 10 orang yang menjadi awak kapal itu. Tiga di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan yakni Rinaldi asal Kota Makassar, Surianto asal Gilireng, Kabupaten Wajo, serta Wawan Saputra asal Kota Palopo. Tujuh orang lainnya yakni Peter Tonsen Barahama (Batam), Julian Philip (Minahasa), Alvian Elvis Peti (Jakarta), Mahmud (Banjarmasin), Surian Syah (Kendari), Bayu Oktavianto (Klaten), dan Wendi Raknadian (Padang).

Dua kapal tersebut dibajak saat membawa 7.000 ton batubara dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan, menuju Batangas, Filipina Selatan, pada 15 Maret 2016. Lokasi pembajakan di perairan Tawi-tawi, Filipina Selatan. Pemilik kapal baru mengetahui dua kapal itu dibajak pada 26 Maret ketika seseorang yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf menelepon pemilik kapal. Si penelepon meminta uang tebusan 50 juta peso atau setara Rp 14,2 miliar. Batas waktu pemberian 31 Maret 2016.

Kementerian Luar Negeri RI menegaskan Kapal Brahma 12 telah dilepaskan dan sudah berada di tangan pemerintah Filipina. Namun, kapal Anand 12 dan 10 awak kapal masih berada dalam penguasaan pembajak.(*)

web
analytics