counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Resmi DPO, La Nyalla Mattalitti Diburu KPK dan Polisi Internasional

CELEBESONLINE (Surabaya): Setelah tiga kali tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla secara resmi ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) mulai hari ini, Selasa (29/03/2016). Ketua Umum PSSI itu pun masuk dalam daftar pengejaran Kejaksaan, Kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan polisi internasional (Interpol) setelah Kejati Jatim mengirim surat DPO ke lembaga-lembaga itu.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Romy Arizyanto, mengatakan, La Nyalla kembali tidak hadir pada pemanggilan ketiga, 28 Maret 2016. La Nyalla diduga di luar negeri setelah meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta menuju Malaysia pada Kamis (17/03/2016) sore. La Nyalla pergi sehari setelah pihak Imigrasi di Surabaya menerbitkan surat pencekalan untuk La Nyalla.

Pengacara La Nyalla, Ahmad Riyadh UB, menyebut, La Nyalla tidak hadir pada pemanggilan ketiga 28 Maret karena masih menunggu hasil sidang praperadilan. Ahmad Riyad mengatakan, sudah tidak tahu di mana La Nyalla berada. Ia juga mengaku belum menerima surat dari Kejati Jatim terkait penetapan La Nyalla sebagai DPO.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka setelah menemukan dua alat bukti. Status tersangka La Nyalla tertuang pada surat penetapan tersangka No.KEP-11/0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016. Surat itu sebagai tindak lanjut Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) bernomor Print-291/ 0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016.

Jaksa menemukan bukti La Nyalla menggunakan danah hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dari Pemprov Jatim untuk membeli saham terbuka (Initial Public Offering, IPO) Bank Jatim senilai Rp 5,3 miliar. La Nyalla diduga membeli saham itu atas nama pribadi padahal uang pembelian merupakan dana hibah Pemprov Jawa Timur untuk Kadin Jawa Timur.(*)

468×60 Banner semen
Logo Header Menu
web analytics