counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Andi Taufan Tiro Disebut Terima Rp 6,1 Miliar

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Jakarta): Politisi PAN asal Sulse, Andi Taufan Tiro, disebutkan jaksa pada KPK menerima sejumlah uang fee dari Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama (WTU), Abdul Khoir. Anggota Komisi V DPR RI itu menerima uang tersebut untuk memuluskan pengerjaan proyek pembangunan jalan di Maluku atau Maluku Utara yang memang merupakan program aspirasi Andi Taufan Tiro.

Seperti dilansir dari detikcom, Abdul Khoir meminta kepada Taufan agar proyek pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh PT WTU. Abdul bersedia memberikan fee kepada Taufan dengan nilai yang cukup fantastis.

“Kompensasinya, terdakwa bersedia memberikan fee kepada Andi Taufan Tiro sebesar 7 persen dari nilai proyek yakni Rp 7 miliar,” kata jaksa pada KPK, Mochamad Wiraksajaya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016).

Lebih lanjut dijelaskan, uang Rp 7 miliar merupakan akumulasi dari fee proyek peningkatan ruang jalan Wayabula-Sofi sebesar Rp 4,2 miliar dan fee proyek pembangunan ruas Jalan Wayabula-Sofi sebesar Rp 2,8 miliar. Atas permintaan itu, Taufan menyetujuinya.

Penyerahan uang tersebut dilakukan secara bertahap dengan beberapa kali negosiasi. Pada penyerahan pertama, Taufan meminta Rp 2,8 miliar namun Abdul Khoir hanya menyanggupi Rp 2 miliar. Uang tersebut diserahkan melalui Jailani pada tanggal 9 November 2015 di sekitar Blok M. Jailani dengan terlebih dahulu menukarnya dalam bentuk Dolar Singapura yakni menjadi SGD206,718.

Kemudian pada tanggal 12 November 2015 kembali diserahkan uang sejumlah Rp 200 juta dalam bentuk dolar Singapura setara SGD 205.128. Penyerahan fee berikutnya dilakukan pada tanggal 19 November 2015 dengan nilai seharusnya sebesar Rp 2 miliar. Namun uang tersebut dipotong sebesar Rp 300 juta sehingga yang diserahkan kepada Andi sebesar Rp 1,9 miliar.

Tak berakhir di situ, pada akhir November 2015 Andi kembali meminta fee senilai Rp 800 juta. Namun Abdul Khoir menyanggupi untuk menyerahkan Rp 500 juta. Kemudian pada tanggal 1 Desember 2015 Taufan mendapat pemberian terakhir sebesar Rp 1,5 miliar.

Jadi, total uang yang diterima oleh Taufan sebesar Rp 6,1 miliar.

Hingga saat ini Taufan masih belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia baru diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang melibatkan politisi PDIP yang juga rekannya di Komisi V DPR RI, Damayanti Wisnu Putranti.(*)

Related posts

CELEBESONLINE