counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Peternakan di Indonesia Terkendala Lahan Sempit

CELEBESONLINE (Australia): Suroso, penerima beasiswa Australian Award, termasuk yang beruntung bisa belajar peternakan langsung di Australia. Ia banyak mendapatkan manfaat selama beberapa hari mengunjungi sekaligus belajar peternakan sapi di pusat peternakan ternama GI Brahman Stud di Australia.

Menurut Suroso, banyak hal bisa dikembangkan di Indonesia. Hanya saja kendala di Indonesia yakni lahan penggembalaan untuk pembibitan ternak sapi berkualitas di Indonesia sangat terbatas. Pembangunan perumahan dan kawasan industri, mengikis ketersediaan lahan. Lahan kosong pun makin mahal dan peternak kesulitan melakukan pembibitan dalam jumlah yang besar.

GI Brahman Stud merupakan perusahaan keluarga yang khusus mengembangkan biakkan sapi jenis brahman merah dan brahman abu-abu. GI Brahman Studi dirintis oleh pasangan Ron dan Grace Harriman sejak 30 tahun lalu. Pada tahun 2003, kawasan peternakan lama ditinggalkan dan berpindah menempati lahan baru di Thagoona, Muttaburra, Australia. Usaha tersebut kini dikelola keluarga pasangan itu, yakni Kevin Harriman dan Libby Harriman.

Menurut Libby Harriman, GI Brahman Stud memiliki enam ratus sapi betina. Terdiri atas 400 sapi jenis brahman merah dan 200 brahman abu-abu serta ditambah enam ekor sapi pejantan untuk meningkatkan efektifitas pembibitan. GI Brahman Stud saat ini memiliki lahan seluas 8.000 hektar.(*)

Laporan: Azwar Parewangi dan Mukhtar Lutfi dari Australia untuk CELEBES TV

468×60 Banner semen
Logo Header Menu
web
analytics