counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

KN Antasena, Kapal Buatan Anak Negeri Indonesia dengan Fasilitas Modern

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Makassar): Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal madya GH Bambang Soelistyo, menilai bahwa wilayah perairan di Sulawesi Selatan rawan terjadi kecelakaan. Hal ini disebabkan karena Makassar dilalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), yaitu ALKI II (Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok).

“Sulawesi Selaran dan Barat masuk ALKI, pasti akan ramai pelayaran. Di sini juga banyak daerah wisata yang bernilai ekonomi. Saya yakin, pergerakan orang dan barang menjadi semakin ramai dan padat. Nah, makin ramai dan padat, peluang terjadinya musibah juga semakin rentan,” kata Ketua Basarnas, Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo, usai meresmikan pengoperasian Kapal Negara (KN) SAR Antasena 234 di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Kamis (14/4/2016).

Melihat hal itu, maka Soelistyo menilai perlu menempatkan KN Antasena di Kantor SAR Makassar yang akan beroperasi di wilayah tengah Indonesia. KN Antasena diharapkan bisa menunjang kinerja Basarnas dalam melakukan pencarian dan pertolongan jika ada bencana di perairan Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi dan sekitarnya.

Soelistyo menambahkan bahwa pengadaan KN Antasena ini setelah melihat pengalaman ketika proses evakuasi AirAsia, beberapa waktu lalu. Dari kejadian itu, ia menilai bahwa pihaknya membutuhkan peralatan yang lebih modern untuk memudahkan dalam pencarian dan pertolongan.

“Saya punya evaluasi apa yang harus kita punyai. Dan dengan anggaran yang ada, saya manfaatkan mana yang lebih urgent untuk diadakan. Salah satu, pengadaan alat untuk melakukan tugas-tugas pencarian dan pertolongan di bawah laut,” katanya kepada wartawan.

KN Antasena memiliki panjang 40 meter berbahan aluminium berkecepatan 29 knot. Kapal ini dilengkapi dengan  peralatan modern seperti forward infrared untuk mendeteksi objek di permukaan pada malam hari, ada juga radar serta pendeteksi benda bahwa air.

Yang tercanggih adalah Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot pintar bawah laut. ROV ini bisa menjangkau sampai kedalaman 600 meter. Operator atau pilot ROV disekolahkan di Vietnam.

“ROV untuk kedalaman 600 meter ini sudah sudah bisa menghadapi tantangan tugas bawah laut di wilayah Indonesia Barat dan Tengah, kalau Indonesia Timur belum bisa. Memang ada yang sampai kedalaman 3.000 tapi itu kita harus siapkan secara bertahap,” kata Soelistyo.

Menariknya, kapal dengan peralatan modern ini adalah buatan putra-putri terbaik Indonesia, dibuat oleh salah satu industri kapal maritim di Batam. Soelistyo menjelaskan bahwa keberaaan KN Antasena untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga memiliki kapal penolong dengan teknologi modern.

“Sehingga ke depannya, tidak tidak lagi terlalu bergantung dengan pihak lain. Memang, kita tetap harus menjalin kerja sama, tapi sudah tidak terlalu bergantung,” tambahnya.

KN Antasena menambah peralatan bantuan Basarnas. Sampai saat ini, secara total, Basarnas sudah memiliki 68 unit kapal, itu sudah termasuk yang umur tua sampai yang terbaru. Menurut Soelistyo, yang tua-tua akan segera diganti karena membahayakan.(*)

Related posts

CELEBESONLINE