counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Game Kekerasan Malah Diminati Anak-Anak

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Makassar): Kementerian Pendidikan dan Bebudayaan (Kemendikbud) merilis 15 game berisi kekerasan dan berbahaya untuk anak-anak. Karena itu, orang tua diminta memantau aktivitas anak-anak saat main game.

Daftar tersebut dirilis melalui situs sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id. Situs ini dikelola oleh direktorat pembinaan pendidikan keluarga Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat.

15 game berbahaya tersebut diantaranya, World of Warcraft, Call of Duty, Point Blank, Cross Fire, War Rock, Counter Strike, Mortal Combat, Future Cop, Carmageddon, Shelshock, Raising Force, Atlantica, Conflict Vietnam, Bully, Dota, dan Grand Theft Auto.

Berdasarkan penelitian IOWA State University Amerika Serikat  menunjukkan bahwa bermain game yang mengandung kekerasan selama 20 menit dapat mematikan perasaan sosial anak. Karenanya si anak akan mudah melakukan kekerasan dan kehilangan empati kepada orang lain.

Karena itu, game kekerasan dianggap berbahaya dan Kemendikbud mengharapkan peran serta orang tua untuk memantau anak-anaknya saat bermain game.

Sayangnya, game yang dianggap berbahaya tersebut justru yang paling ramai diminati anak-anak usia remaja. Hal ini diungkapkan Syamsul, seorang pemilik game center yang terletak di Jalan Sunu Makassar.

Menurut Syamsul, bisnis game miliknya biasa dipadati oleh anak-anak yang bermain game, terutama saat sore haris. Sebagian besa game online dan offline yang tersedia merupakan game yang bermuatan kekerasan dan masuk dalam kategori berbahaya oleh Kemendikbud seperti Point Blank dan Dota.

“Rata-rata pengunjung anak-anak usia 10 tahun dan yang sudah SMA. Mereka bermain paling cepat 2-3 jam sehari. Bahkan, ada yang betah sampai 6 jam sehari,” kata Syamsul.

Game center yang telah berdiri sejak 2010 ini juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti kepolisian dan sekolah sekolah yang ada di sekitarnya. Hal ini dilakukan agar anak-anak yang menjadi pelanggannya terhindar dari kriminalisasi serta mewaspadai adanya pelajar yang membolos untuk bermain game di saat waktu belajar di sekolah.

Game center merupakan sarana permainan digital yang menyediakan aneka game baik offline atau online. Harga yang murah cenderung menjadi alasan bagi pelanggan utamanya anak dan remaja bermain game di tempat ini.(*)

Related posts

CELEBESONLINE