counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

KPPU Akan Tindak Tegas Pengusaha yang Mainkan Harga

New Banner Semen
CELEBESONLINE (Makassar): Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Makassar memastikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan sampai Idul Fitri dalam katagori aman. Sehingga diprediksi tidak ada lonjakan harga yang signifikan sepanjang Ramadhan nanti.
Meski demikian, KPPU akan intens melakukan pengawasan atau monitoring terhadap beberapa komoditi. Maklum saja, momen Ramadan dan Idul Fitri biasanya dimanfaatkan sejumlah pihak untuk mempermainkan harga.
Jika terbukti ada tindakan permainan harga oleh kartel maka KPPU akan memberi tindakan tegas. Salah satunya bisa saja berujung pada pencabutan izin usaha.
“Silahkan melakukan usaha di momen Ramadan dan Idul Fitri ini dengan jalan yang sesuai. Jika terjadi gejolak dan terbukti ada permainan, maka kita akan bertemu di ruang pemeriksaan KPPU,” kata  Komisioner KPPU, Muhammad Nawir Messi usai diskusi “Stabilitas harga bahan kebutuhan pokok jelang Ramadan” di Gedung Keuangan, Makassar, Jumat (20/5/2016).
Hal itu juga ditegaskan Ketua KPPU,  Syarkawi Rauf. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindak secara tegas para pelaku usaha, baik distributor,  pedagang, dan asosiasi jika berani memainkan harga pasar dan sengaja mengurangi pasokan hingga membuat harga melonjak tinggi.
“Karena ini akan berdampak terhadap daya beli masyarakat menjadi rendah,” ucapnya.
Syarkawi menambahkan bahwa sanksi tegas diberikan bisa berujung pada pencabutan izin usaha.
Ia menambahkan bahwa ada empat komoditi yang menjadi fokus perhatian karena sering terjadi permainan harga pada momen Ramadan dan Idul Fitri yaitu Apai, Ayam, Bawang Merah, dan cabai. Namun, untuk Sulsel dipastikan pasokan itu cukup sehingga kemungkinan tidak akan terjadi lonjakan harga yang berarti.
“Saya kira sapi di Sulsel masih tergolong murah dibanding daerah lain sekitar Rp 90 ribu per kilo. Di Jambi, saya dapat harganya Rp 120 ribu perkilo,” ucapnya.
“Bawang merah di Sulsel juga tergolong melimpah. Kita tidak perlu impor bawang karena kita surplus. Demikian juga cabai,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan bahwa masyarakat juga bijak dalam membeli kebutuhan. “Jalankann Ramadan dengan menikmati hidangan yang sederhana. Kan kita tidak akan mati kalau tidak makan ayam kan?” ucapnya. (*)

 

Related posts

CELEBESONLINE