counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Mahasiswa Unibos Launching Buku 'Tuhan Bercinta di Langit 2 Negeri'

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Makassar): Lauching buku “Tuhan Bercinta di Langit 2 Negeri” karya Nur Amin Saleh digelar di Universitas Bosowa, Rabu (25/5/2016). Bertempat di Ruang Rapat Senat lantai 9 Gedung 1, peluncuran karya anak muda Makassar ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Bosowa,  Prof Dr Saleh Pallu,, dan Wakil Rektor II,  serta tamu dari berbagai kampus di Makassar.

“Nur Amin Saleh adalah contoh figur masyarakat kampus kita yang terus berkarya,” ungkap Rektor Universitas Bosowa Prof Saleh Pallu di sela-sela membuka acara.

Peof Saleh mengajak seluruh mahasiswa yang ada di Universitas Bosowa untuk menghidupkan budaya ilmiah dalam kehidupan kesehariannya. Salah satu caranya adalah dengan banyak-banyak menulis.

Nur Amin Saleh menyelesaikan studi sarjananya di Fakultas Psikologi Universitas Bosowa pada tahun 2013, saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana di Fakultas Hukum Unibos.

Buku setebal 304 halaman yang ia tulis ini bercerita tentang perjalanan cinta seorang mahasiswa dari Makassar bernama Nas, yang bertemu dengan seorang perempuan bernama Ariyani, yang berasal dari Negeri Serambi Madinah, kota Gorontalo.

Melalui kesempatan launching buku yang dimoderatori oleh Wirda Tri Hapsi mahasiswi Universitas Islam  Negeri Makassar (UIN) ini, Nur Amin Saleh yang akrab disapa Tomi itu bercerita tentang karyanya yang menyoal falsafah cinta. Karya ini sengaja dibuatnya dengan visi untuk meluruskan kembali persepsi tentang cinta.

“Bahwa cinta tidak pernah salah. Yang salah adalah yang mendefinisikan cinta, bagaimana cinta dimaknai oleh kita-kita hari ini,” ungkapnya.

Buku yang mampu diselesaikan dalam kurun waktu dua bulan itu diakuinya merupakan buku pertama yang berhasil ia selesaikan dan launching terlebih dahulu dibanding dua bukunya yang lain. Judul “Tuhan Bercinta di 2 Langit Negeri” diangkatnya untuk menyampaikan pesan bahwa cinta tidak berbatas pada materi. Termasuk pada penggunaan kata Bercinta.

“Bercinta yang dimaksud bukanlah bersetubuh seperti banyak pemaknaan hari ini, melainkan menaruh rasa, menitipkan rasa di hati manusia,” tegasnya(*)

Related posts

CELEBESONLINE