counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Indonesia Target 10 Juta Kunjungan Wisatawan Tiongkok

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Makassar): Kementerian Pariwisata Republik Indonesia membidik 10 juta wisatawan asal Tiongkok yang datang ke Indonesia, termasuk ke Sulsel. Untuk mencapai target itu, Indonesia harus mengembangkan destinasi pariwisata yang bisa menarik minat para wisatawan.
Hal itu disampaikan Staff Ahli Kemenpar bidang kemaritiman, Syamsul Lussa dalam workshop bertajuk “Indonesia Towards 10 Millions Chinese Travelers” di Ballroom Sandeq Grand Clarion Hotel, Selasa (31/5/2016) pagi.

“Kita ingin meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia, khususnya ke Makassar (Sulsel). Karena kita tahu, Sulsel memiliki sejumlah desti asi wisata yang bisa menarik para turis dari Tiongkok,” katanya.

Di Indonesia, ada 7 kota yang sudah terhubung langsung ke Tiongkok melalui jalur udara. Sayangnya, Makassar tidak termasuk dalam tujuh kota tersebut.
Karena itu, Syamsul meminta kepada pihak yang terkait di Sulsel, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel agar membuat industri pariwisata Sulsel serta segera membuat action plan.

“Buat action plan, hasilnua segera laporkan ke Kementerian Pariwisata agar programnya bisa dkmasukkan dalam anggaran 2017 nanti,” ucapnya.
Sementara itu, Kadis Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman, mengapresiasi kegiatan workshop yang juga menghadirikan perusahaan layanan web asal Tiongkok, Baidu. Menurutnya, program 10 juta wisatawan Tiongkok ini bisa mberikan efek positif bagi Sulsel.

“Dari target 10 juta itu, sekitar 40 persen atau 4 juta yang terhubung langsung dengan Bali. Nah, yang kunjungan ke Bali ini bisa menjadi incaran kita,” kata Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel, Jufri Rahman.

“Kalau kita bisa sasar 10 persen saja, kan sudah 400 ribu, itu sudah melebihi tarhet kita. Kita menargetkan kunjungan wisatawan manca negara tahun 2016 ini adalah 250 orang, kalau 400 ribu itu terwujud, berarti target kita terlampaui,” ucapnya.

Sayangnya, masih banyak kendala yang membuat kunjungan wisatawan ke Sulsel masih kurang. Dijelaskan bahwa pariwisata didukung oleh 3 faktor yaitu atraksi, destinasi, dan aksesbilitas.
Sayangnya, kebanyakan destinasi wisata Sulsel jauh dari Makassar. Toraja misalnya, masih butuh 8 jam perjalanan naik bus. Ke Bira butuh waktu 5 jam.

“Lewat udara, tapi belum ada fasilitas bandara di Toraja. Kalaupun ada, itu hanya bisa dilandasi pesawat kecil, karena itu pelaku pariwisata enggan menawarkan melalui jalur ini karena cost lebih banyak,” ucapnya.

Karena itu, Jufri berharap agar pemerintah bisa segera menyelesaikan pembangunan bandara di Toraja. Sehingga makin banyak wisatawan yang bisa berkunjung ke Toraja.(*)

Related posts

CELEBESONLINE