counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Pelaku Usaha Kreatif Harus Pandai Mengelola Keuangan

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Makassar): Badan Ekonomi Kreatif (Be Kraf) Indonesia bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Makassar menggelar pelatihan Kelas Manajemen Keuangan Usaha Bagi UKM Kreatif di Hotel Grand Celino Makassar, 31 Mei-2 Juni 2016. Kegiatan ini diikuti 100 pelaku UKM Kreatif dari Makassar dan sekitarnya yang juga para nasabah atau penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Be Kraf Indonesia adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata. Badan Ekonomi Kreatif merupakan badan yang pertama kali dibentuk oleh Presiden Joko Widodo. Semula urusan ekonomi kreatif menjadi bagian dari Kementerian Pariwasata.

Deputi Akses Permodalan Be Kraf Indonesia, Fadjar Hutomo mengatakan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas UKM di Makassar dalam pengelolaan keuangan. Menurutnya, Makassar memiliki potensi yang luar biasa sebagai pelaku ekonomi kreatif.

“Di Makassar sudah ada sienas-sineas yang bisa menghasilkan film tingkat nasional. Makassar dan Sulsel juga memiliki fashion tradisional yang unik dan bisa dikembangkan,” kata Fadjar saat ditemui di Hotel Grand Celino, Rabu (1/6/2016) sore.

“Melalui kegiatan ini, pelaku UKM Kreatif ini bisa mengelola keuangan dengan baik. Karena permodalan tidak hanya sekedar soal uangnya ada, tapi bagaimana mengelola uang itu sehingga bisnis makin sehat,” tambahnya.

Penetapan bidang usaha yang dibiayai KUR sektor ekonomi kreatif adalah 16 subsektor ekonomi kreatif yang masuk dalam kriteria LBU dan sesuai dengan peraturan Presiden No. 6 Juncto No. 72 Tahun 2015 tentang Badan Ekonomi Kreatif. Ke-16 sub sektor tersebut meliputi 1. Kuliner, 2. Kreajinan, 3. Fesyen, 4. Aplikasi dan Game Developer, 5. Arsitektur, 6. Desain Interior, 7. Desain Komunikasi Visual, 8. Desain Produk, 9. Film, Animasi, dan Video, 10. Fotografi, 11. Musik, 12. Penerbitan, 13. Periklanan, 14. Seni Pertunjukan, 15. Seni Rupa, 16. Televisi dan Radio.

Pelatihan dari Be Kraf ini adalah salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pengembangan UKM Kreatif. Melalui program Kelas Manajemen Keuangan Usaha Bagi UKM Kreatif, Bekraf mengharapkan adanya perubahan paradigma dari para pelaku industri. Dari bisnis sampingan, menjadi bisnis utama yang dikelola serius. Dari bisnis kecil dengan pencatatan keuangan sederhana, menjadi bisnis dengan pencatatan akuntansi profesional.

“Industri kreatif sebagai tulang punggung ekonomi negeri adalah cita-cita kita bersama. Untuk itu penting adanya dukungan pengembangan kapasitas UKM. Serta UKM Kreatif perlu menata diri agar dapat meningkatkan kapasitas,” ucapnya.

Peningkatan kapasitas ini berarti membutuhkan modal tambahan. Modal dapat berupa pinjaman atau pengembangan bersama investor. Tentu saja untuk bisa sampai ke tahap ini, ada satu syarat yang sangat penting dipenuhi oleh seorang pemilik bisnis. Syarat utama ini adalah memiliki pengaturan keuangan yang baik.

BRI sebagai salah satu bank yang konsisten mendukung UKM dengan memberikan KUR pada lima sektor yaitu perdagangan, pertanian (termasuk perkebunan), perikanan, jasa, dan industri. KUR ada dua bagian yaitu KUR Ritel dengan kredit 25 Rp juta-Rp 500 juta serta KUR Mikro dimana kredit maksimal Rp 25 juta.

Dari Januari-28 Mei 2016, BRI telah menyalurkan Rp 3,041 triliun KUR semua sektor kepada 135.799 debitur di wilayah Kantor Makassar yang meliputi Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawasi Barat, dan Sulawesi Tenggara.(*)

CELEBESONLINE
web
analytics