counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

IGI Prihatin Guru Dipenjara di Sinjai

CELEBESONLINE (Makassar): Setelah terjadi Bantaeng dan Kabupaten Selayar, kasus guru dipenjara gara-gara laporan orangtua murid kembali terjadi. Kali ini di Kabupaten Sinjai.

Mubazir, guru sukarela SMA Negeri 2 Sinjai Selatan, dipenjara karena laporan orangtua Saharuddin, siswa sekolah itu. Kejadian bermula ketika pihak sekolah meminta semua siswa memotong rambut jelang ujian semester.

Namun hingga awal ujian semester, 30 Mei 2016, Saharuddin dan beberapa rekannya mengabaikan anjuran sekolah. Mereka termasuk Saharuddin tetap datang ke sekolah dengan rambut belum tercukur.

Akhirnya, pihak sekolah menempuh tindakan tegas. Guru-guru diminta mencukur rambut siswa yang rambutnya belum tercukur. Mubazir mendapat tugas untuk mencukur Saharuddin.

Saharuddin ternyata menolak dan menegaskan hendak mencukur sendiri rambutnya. Ia pun menepis tangan Mubazir yang memegang gunting. Tangan Saharuddin tergores gunting hingga Saharuddin harus dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah untuk diobati.

Saharuddin bersama ibunya lalu melaporkan Mubazir ke Polsek Sinjai. Kepala SMA 2 Sinjai Selatan Andi Ahmad yang mengetahui kasus itu segera menemui ibu Saharuddin. Andi Ahmad menjelaskan persoalan tentang kejadian tersebut.

Semula ibu Saharuddin bisa menerima penjelasan sekolah, tetapi ayah Saharuddin tetap menginginkan agar polisi tetap mengusut kasus tersebut. Akibatnya, sejak 6 Juni 2015, Mubazir ditahan di kantor polisi.

“Kepala dinas pendidikan, anggota dewan, mengapa kalian semua diam dan membiarkan pendidik dan pencetak masa depan bangsa harus merasakan dinginnya bilik jeruji besi?

Bapak dan ibu para orangtua siswa, sampai kapan kita membiarkan guru-guru kita mendidikan dalam ketakutan?

Bapak dan ibu para orang tua, apakah bapak dan ibu sanggup mendidik dan mengajar anak-anak kalian tanpa guru?” kata Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim melalui siaran pers ke CELEBESONLINE.

Ramli menegaskan, tidak perlu menempuh jalur humum pada kejadian yang tidak disengaja. Ramli berharap orangtua siswa dan sekolah menempuh jalur musyawarah demi keharmonisan proses belajar mengajar di sekolah.(*)

468×60 Banner semen
Logo Header Menu
web
analytics