counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Putu Cangkir yang Kurang Dilirik Orang Berpuasa di Gowa

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Bajeng): Salah satu penganan buka puasa khas masyarakat Makassar yakni putu cangkir, kue yang berbahan dasar beras ketan. Meski enak dan gampang mengeyangkan, kue ini ternyata mulai kehilangan pamor sebagai menu utama berbuka puasa di Takalar.

“Pada hari biasa saya biasa menjual 1.000 kue, tapi selama Ramadhan cuma bisa menjual 300 kue,” kata Ita, penjual putu cangkir yang sering menjual di jalan poros raya Gowa-Takalar, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

Putu Cangkir dibuat dari adonan tepung beras ketan yang dicampur dengan gula merah lalu direbus dengan uap air. Sebagai penambah rasa gurih, biasanya di tengah putu cangkir ditempatkan parutan kepala.

Ita menyebut, orang yang berpuasa cenderung membeli makanan yang serba gorengan atau yang segar dan dingin sebagai makanan berbuka puasa. Itu yang mengakibatkan kue ini jarang dilirik selama Ramadhan. “Tapi saya yakin pada saat menjelang Lebaran, kue ini mulai banyak laku sebagai oleh-oleh ke kampung halaman,” kata Ita.(*)

CELEBESONLINE
web
analytics