counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Sulsel Bisa Penuhi Harapan Jokowi, Harga Daging Sapi Rp 80 Ribu

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Makassar): Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Sarkawi Rauf, bersama Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Potong Hewan (RPH) di Antang. Dari sidak itu, harga daging sapi di RPH sebesar Rp 90 ribu dan sampai ke konsumen (end user) paling naik hanya Rp 5.000.

Melihat kondisi itu, KPPU dan Pemprov Sulsel optimistis harga daging sapi di Sulsel bisa turun ke angka Rp 80 ribu, sesuai harapan Pemerintah Pusat. Meski demikian, disadari bahwa hal itu bisa dicapai dalam jangka waktu yang pendek.

“Berdasarkan pertemuan dengan Asosiasi Pedagang Daging Sapi yang kami lakukan tiga minggu sebelum Ramadan lalu, mereka menyampaikan harga daging sapi di Sulsel dalam situasi normal Rp 90 ribu per kilogram,” kata Syarkawi Rauf di sela-sela penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemprov Sulsel dengan KPPU dalam rangka peningkatan pemahaman pelaksanaan undang-undang terkait larangan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di Sulsel, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Senin (13/6/2016).

Menurut Syarkawi, jika sapi-sapi tersebut berasal dari kabupaten, tentunya harus ada insentif untuk transportasi dan tidak ada retribusi atau pungutan lain, maka harga daging sapi yang diinginkan Presiden Jokowi bisa Rp 80 ribu per kilogram.

“Daging sapi di Sulsel bisa menjadi patokan. Karena seolah-olah di Jawa, khususnya Jakarta, harga daging sapi dibawah Rp 100 ribu pedagangnya rugi. Kenyataannya di Sulsel bisa dibawah Rp 100 ribu. Ini bisa jadi catatan tersendiri bagi pemerintah pusat,” ujarnya.

“Saya kira tren ini menarik kalau kalau lihat faktanya di Sulsel, harga daging sapi Rp 80 ribu per kilogram bisa dicapai pada daging segar (sapi segar yang baru dipotong dan langsung dijual). Karena untuk daging beku, harga dari Australia itu memang itu sudah jauh lebih murah, Rp 65 ribu. Kalau dijual Rp 70 ribu atau 75 ribu itu sudah sangat untung,” tuturnya.

Artinya, kaat Sarkawi, harga Rp 80 ribu yang diinginkan Presiden Jokowi itu tidak menutup kemungkinan terjadi, baik untuk daging beku maupun untuk daging segar. Karena faktanya sekarang di Sulsel bisa dibawah Rp 100 ribu.

Sikap optimis juga diungkapkan Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang. Menurutnya, Sulsel bisa mematahkan anggapan bahwa tidak mungkin daging lokal itu lebih murah dari daging beku.

“Tapi kenyataannya, do Maros harga daging lokal masih Rp 80 ribu. Di RPH Antang, Makassar, harga daging sapi Rp 90 ribu, jadi sampai di pasar tradisional pun tidak akan melebihi Rp 100 ribu. Bahkan di supermarket harganya Rp 99.800,” ucap Agus.

“Jadi apa yang Presiden Jokowi sampaikan itu menurut saya masih rasional saja. Bahkan, kalau kita tangani dari sekarang dengan suplay kita atur ke pasar, masyarakat tidak perlu panik karena ada stok yang tersedia. masyarakat tidak perlu panik bakal membeli daging sapi di atas Rp 100 ribu,” tambahnya.(*)

Related posts

CELEBESONLINE