counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

KPPU Dorong Pemerintah Buat Regulasi Tarif Telekomunikasi

CELEBESONLINE (Makassar): Persaigan tarif operator Telekomunikasi kembali mencuat. Kali ini, Indosat Ooredoo secara terang-terangan menantang Telkomsel terkait tarif termurah.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat hal ini sudah mengarah pada persaingan “tidak sehat”. Karena itu, KPPU mendorong pemerintah membuat peraturan atau regulasi tentang tarif, khususnya tarif atas lintas operator atau dari satu operator ke operator yang lain.

“Beberapa waktu lalu, saya berdiskusi dengan Pak Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika) dan salah satu kesepakatan yang kami bicarakan adalah kita akan mendorong pemerintah untuk membuat peraturan atau regulasi tentang tarif telekomunikasi,” kata Ketua KPPU, Sarkawi Rauf.

Menurut Sarkawi, tarif itu penting untuk diatur karena dalam beberapa waktu terakhir ini tarif telekomunikasi cenderung tidak wajar. Karena itu, perlu dibatasi.

“Tarif yang tidak wajar itu menyebabkan konsumen membeli sehingga bingung. Nah, kita ingin dorong mereka supaya efisien dengan cara apa? Ya sudahlah ditetapkan tarifnya yang memang batas atasnya, untuk melindungi konsumen. Sehingga konsumen memperoleh harga yang wajar,” kata Sarkawi.

“Kita juga memaksa operator kita melakukan adjusment atau penyesuaian diperusahaannya sendiri. Mudah-mudahan ini bisa dilakukan dalam jawak waktu dekat ini,” tambahnya.

Sarkawi juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendorong supaya ada proses konsolidasi di industri telekomunikasi di Indonesia. Menurutnya, industri telekomunikasi di Indonesia diisi oleh perusahaan-perusahaan, baik yang modal besar maupun modal kecil

Padahal, kata Sarkawi, telekomunikasi ini termasuk industri yang bersifat padat modal, padat teknologi. Nah, untuk bisa survive di dalam industrinya, untuk bisa bersaing di dalam industrinya, tentu butuh dukungan pembiayaan yang besar.

Untuk bisa mendapatkan adopt teknologi yang perkembangan sangat cepat juga perlu kemampuan permodalan yang kuat. Karnea itu, proses konsolidasi, baik melalui merger atau akuisisi ini akan sangat membantu menyehatkan industri telekomunikasi di Indonesia.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini juga kita bisa membuat road map konsolidasi industri telekomunikasi di Indonesia. Kalau ini bisa kita lakukan, ini akan sangat membantu apalagi memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang saya kira persaingannya sudah kita rasakan sekarang ini,” tuturnya.(*)

468×60 Banner semen
Logo Header Menu
web
analytics