counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Politisi PKB Akan Kembalikan Parcel Berisi Smartphone

New Banner Semen

CELEBESONLINE (Jakarta): Jelang Idul Fitri, sebuah parcel menjadi bahan perbincangan. Bagaimana tidak, parcel tersebut terbilang mewah, berisi antara lain smartphone Samsung Galaxy Note 5 serta barang pecah belah yang secara kasat mata bernilai cukup tinggi.

Bukan saja karena isi parcel tersebut yang membuatnya menjadi heboh. Pasalnya penerima dan pengirim parcel tersebut melibatkan institusi penting di negara Indonesia ini.

Ya, sebuah bingkisan parsel berlogo Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dikirimkan ke Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding.

Terkait bingkisan parsel yang menghebohkan itu, kedua belah pihak membantahnya. Ketua BPK membantah mengirimkan parcel, demikian juga Karding mengelak bingkisan tersebut bukan untuk dirinya.

BPK membantah jika parsel tersebut dikirim atas nama institusi. “Secara institusi BPK tidak pernah mengirim parcel tersebut,” ujar Juru Bicara BPK, Yudi Ramdan.

Namun, di atas parsel tersebut tertera dengan jelas bahwa pengirim parsel adalah BPK. Dalam surat tersebut juga terdapat kop surat resmi BPK. Sekali lagi, BPK membantah soal ini. “Kami juga tidak pernah mencetak kartu tersebut,” kata Yudi.

Sedangkan Ketua BPK Harry Azhar Aziz mengaku tidak tahu menahu soal parcel tersebut. Harry mengaku tidak ada kebijakan untuk mengirim parsel dari pegawai di BPK.

“Saya tidak tahu, tidak ada ‘policy’ BPK untuk mengirim parsel,” tutur Harry seperti dikutip dari Republika, Jumat (1/7/2016).

Harry juga mengatakan pihaknya tidak dapat melakukan pelarangan pada jajarannya kalau ada yang ingin mengirim sesuatu untuk meningkatkan silaturahim. Yang pasti, kata Harry, dirinya tidak mengirim parsel apa pun pada siapa pun, apalagi pada pimpinan partai politik.

“Yang jelas bukan atas nama saya. Saya tidak mengirim apapun,” ujarnya. “Kalau saya dalam rangka mendekatkan silaturahim nanti di hari pertama Lebaran siang dengan membuat open house di rumah dinas.”

Sementara itu, Karding yang juga anggota Komisi III DPR RI menyatakan tidak akan menerima kiriman parsel dari pihak yang mengatasnamakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami mengucapkan terima kasih (atas adanya kiriman parsel tersebut). Tapi sesuai dengan aturan, maka saya -Abdul Kadir Karding- tidak bisa menerima pemberian parcel dari pihak mananpun,” kata Karding melalui keterangan tertulis seperti dilansir dari detikcom, Senin (1/7/2016)

“Abdul Kadir Karding adalah salah satu pejabat publik (Anggota DPR) sehingga wajib hukumnya menghindari pemberian-pemberian parcel seperti itu,” tambanya.

Karding menambahkan, dalam waktu dekat akan segera mengembalikan parsel tersebut. “Saya mohon maaf harus mengembalikan parsel tersebut. Saya tidak boleh menerima itu karena menyangkut etika,” katanya.

Menurut Karding, dari segi alamat pengiriman parsel juga keliru. Sebab, Ia sudah tidak bertempat tinggal di apartemen Permata Hijau. “Saya sudah sejak tahun 2014 bertempat tinggal di Perumahan DPR di Kalibata,” ucapnya.(*)

Related posts

CELEBESONLINE