counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Ambo Ala: Tanah Wakaf Untuk Masjid Mardhiyyah akan Dibangun TPA

CELEBESONLINE (Makassar): Pengusaha properti, Ambo Ala, mewakafkan tanahnya seluas sekitar 300 meter persegi kepada pengurus Yayasan Masjid Mardhiyyah. Tanah tersebut rencananya akan dibangun Taman Pendidikan Alquran (TPA).

Penyerahan sertifikat tanah serta desain bangunan diberikan mantan calon ketua REI Sulsel itu kepada yayasan yang diterima langsung KetuaYayasan Masjid Mardhiyyah, Prof Dr Baso Amang, di Masjid Mardhiyyah Gunung Sari, Sabtu (16/7/2016) malam. Penyerahan tersebut disaksikan para jamaah usai Shalat Isya yang dirangkaikan dengan halal bi halal.

“Saya sudah serahkan lahan sekaligus desain bangunannya. Ini bantuan saya secara pribadi, keluarga, dan perusahaan,” ucap Ambo Ala.

“Saya dan istri mewakafkan tanah. Sementara atas nama perusahaan saya memberikan bantuan berupa pembangunan. Kalaupun nanti ada bantuan lain, saya sudah minta kepada pengurus agar dialokasikan ke hal lain, seperti pembangunan gerbang atau pagar. Sehingga masjid kita ini bisa menjadi ikon,” ucapnya.

Tanah yang diwakafkan tersebut sempat dipermasalahkan. Seorang warga yang bernama Ramli mengaku memiliki lahan tersebut dan sudah mewakafkan ke masjid, bahkan sudah ada ikrar wakaf dari Kantor Urusan Agama (KUA).

Bahkan, kasus yang mencuat sejak dua tahun lalu itu sempat berujung pada penganiayaan terhadap Rafiuddin, warga Kompleks Mangasa Permai Blok O 1 No 6, Makassar, April 2016 lalu. Kasus ini juga sudah sempat dibahas di DPRD Kota Makassar, bahkan sampai ke Walikota Makassar.

Ambo Ala menduga, ada oknum yang mencoba memperkeruh masalah ini dengan mengarahkannya ke kubu Muhammadiyah dan NU. Disebutkan, Ketua Yayasan Masjid Mardhiyyah sebelumnya adalah Pengurus Muhammadiyah Sulsel. Sementara Ambo Ala adalah Dewan Pembina Anshor (NU).

“Seakan-akan ingin membenturkan Muhammadiyah dan NU. Tapi, siapapun yang mencoba mencari masalah, itu akan menjadi musuh bersama kita di sini,” ucap Ambo Ala.

“Kalau ingin bermasalah, jangan bawa nama yayasan. Saya secara pribadi siap menghadapinya. Kalau memang mau diselesaikan secara legalitas, kan dua jalurnya. Kalau saya dikatakan mau rampas tanah, ya lapor polisi. Kalau masalah legalitas lahan itu tidak jelas, kan ada BPN dan pengadilan. Kenapa tidak tempuh jalur ini,” ucapnya.

“Itu hanya masalah miskomunikasi karena kesibukan saya. Tapi dengan penyerahan ini, kami nyatakan permasalahan ini sudah selesai. Kami sudah maaf memaafkan dan bersama-sama bersatu untuk memakmurkan masjid ini,” kata Ambo Ala yang kediamannya tidak jauh dari masjid.

Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Mardhiyyah, Prof Dr Baso Amang, mengungkapkan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan keluarga Ambo Ala. Ia berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi jamah, utamanya anak-anak dalam menimba ilmu agama.

“Kami dari pihak yayasan berterima kasih banyak kepada Ambo Ala atas wakaf yang diberikan kepada yayasan. Ditindaklanjuti dengan pembangunan fisiknya berupa TPA. Bukan hanya tanah tapi biaya pembangunan fisiknya juga. Istilahnya yang akan diserahkan sisa kuncinya dan dokumen-dokumen,” kata Prof Baso Amang.

“Semoga amal jariah ini bisa dimanfaatkan bagi anak-anak yang akan dibina di TPA itu. Tidak ada lagi kasus dan semua sudah saling memaafkan. Semua sudah selesai dan menatap ke depan semoga masjid kita makin makmur dan makin banyak jumlah jamaahnya,” tutupnya.(*)
Masjid mardhiyyah1

468×60 Banner semen
Logo Header Menu
web analytics