counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Indra Aswan Keliling Indonesia Mencari Keadilan Kini Sampai di Makassar

CELEBESONLINE (Makassar): Indra Azwan, bapak yang mencari keadilan dengan berkeliling Indonesia dengan berjalan kaki, kini tiba di ibukota Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (20/7/2016). Di Makassar, Indra akan bertemu dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Sulsel adalah provinsi ke-23 yang sudah didatangi.

Sepanjang perjalanannya kali ini, Indra selalu membawa tulisan yang digantung di badannya: “Kutagih Janjimu Presiden-Aksi Jalan Keliling Indonesia”. Di Makassar, Indra didampingi sejumlah lembaga seperti LBH Makassar, FIK Ornop, Walhi Sulsel, Kontras Sulsel, dan PPMH Sulsel.

Indra berencana menemui Syahrul untuk meminta dukuingan atas upayanya mencari keadilan sekaligus bersilaturahim. Bapak berusia 57 tahun itu akan meminta tanda tangan Gubernur Jawa Timur sebagai bukti aksi jalan kaki keliling Indonesia telah melewati Propinsi Sulawesi Selatan. Hingga pukul 12.40 wita, lembaga yang mendampingi Indra masih bernegosiasi agar Syahrul YL bisa menemuinya.

“Saya tidak akan berhenti mencari keadilan dan akan terus melakukan aksi agar tidak ada lagi oknum aparat kebal hukum dan naik pangkat bila melakukan tindak pidana,” katanya.

Indra menempuh perjalanan jauh yang dimulai dari daerahnya di Malang menuju Nangroe Aceh Darussalam (Aceh) sejak enam tahun lalu. Ia melakukan perjalanan ini demi mencari keadilan atas meninggalnya Rifki Andika, anak pertamanya, pada 8 Februari 1993 silam.

Sebelum tertabrak, Rifki sedang berjalan untuk menyeberang. Tapi-tiba sebuah mobil menabrak dan menggilas badan Rifki. Sopirnya seketika melarikan diri.

Warga yang melihat kejadian itu sempat mengejar mobil tersebut, namun kehilangan jejak. Belakangan diketahui mobil yang menabrak anaknya dan melarikan diri itu ternyata anggota kepolisian, yang kini sudah menjadi seorang perwira polisi.

Menurut Indra, kasus tabrak lari atas anaknya telah dilaporkan ke polisi militer setempat. Polisi yang bersangkutan sempat ditangkap, namun akhirnya dilepas. Pada 2005, kasus ini dilimpahkan ke pengadilan militer. Kompol Joko Sumantri dimajukan ke kursi pesakitan. Namun pada 2008, pengadilan tinggi militer memutus bebas buat pelaku. Alasannya, kasus yang disidangkan itu sudah kedaluarsa.

Tak terima atas putusan itu, Indra pun berjalan kaki dari Malang ke Jakarta untuk bertemu Presiden SBY. Indra meminta keadilan atas kematian anaknya itu. Saat itu Presiden SBY sempat memberikan uang sebanyak Rp 25 juta. Namun setelah ditunggu selama 2 tahun, kasus kematian anaknya tidak ada perubahan apa pun, uang pun dikembalikan.(*)

468×60 Banner semen
Logo Header Menu
web
analytics