banner pasang iklan
banner pasang iklan

Pulsa dan Rokok Pemicu Tertinggi Inflasi di Sulsel

Kepala Perwakilan BI Wilayah Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat (foto: Risman) -

CELEBESONLINE, Makassar – Bank Indonesia (BI) Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat pada bulan Desember 2016, Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,30 persen. Menurut Kepala Perwakilan BI Wilayah Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat, inflasi tersebut dipicu dari kelompok transportasi, komunikasi, dan rokok.

“Adapun menyumbang inflasi tertinggi adalah tarif pulsa, rokok, dan angkutan udara,” sebut Wiwiek di Kantor BI Sulsel, Rabu (4/1/2017).

Meski demikian, kata Wiwiek, bahan makanan juga menyumbang inflasi cukup tinggi, dengan komuditas utama yakni telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, ikan cakalang, ikan bandeng, kubis, dan beras.

“Kami memperkirakan di akhir bulan Januari, inflasi di Sulsel sedikit meningkat dibanding bulan Desember 2016, diperkirakan sebesar 0,5 hingga 0,9 persen,” ungkapnya.

Wiwiek menambahkan, perkiraan inflasi tersebut didorong oleh beberapa hal. Pada Januari diperkirakan karena masih musim tanam sehingga pasokan minim dan mendorong adanya kenaikan harga kelompok Volatile Food. “Kenaikan upah minimum (UMP) juga akan memicu inflasi di bulan Januari,” pungkasnya.(*)

About The Author

Related posts

CELEBESONLINE