banner pasang iklan
banner pasang iklan

Saujana Yogyakarta Peringati Hari Terhubung Inklusi Bersama Difabel di Makassar

CELEBESonline.com, Makassar – Lembaga Saujana Yogyakarta memperingati Hari Terhubung Inklusi bersama difabel di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar, Jalan AP Pettarani Makassar, Kamis (16/3/2017). Peringatan tersebut dirangkaikan dengan seminar dan pelatihan soft skill terhadap difabel. Acara ini dibuka langsung oleh Sekkot Makassar, Ibrahim Saleh.

Ibrahim Saleh dalam sambutannya mengatakan Pemkot Makassar telah memiliki regulasi terkait pemberdayaan difabel dalam dunia kerja. Selain itu, lanjut Ibrahim Saleh, Pemkot Makassar telah menyediakan sarana dan prasarana, serta fasilitas bagi difabel saat berada di dunia kerja.

“Bahkan kita buatkan Perda sebagai landasan kita. Sekarang tinggal implementasi dan aplikasinya,” kata Ibrahim Saleh.

Ibrahim Saleh mengimbau kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Makassar agar seluruh perusahan bisa memberi kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas, yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan dan skill yang dimiliki oleh difabel tersebut. Sebab, Pemkot Makassar menyadari bahwa perusahaan berorientasi pada profit, sehingga mereka tentu memiliki pertimbangan terkait kontribusi difabel dalam dunia kerja, khususnya terhadap kemajuan perusahaan.

“Jadi harus ada win-win solusion antara kelompok disabilitas dengan perusahaan yang ada,” ujar Ibrahim Saleh.

Sejauh ini, kata Ibrahim Saleh, Pemkot Makassar telah melakukan pembinaan kepada difabel, seperti pembinaan skill yang dibiayai oleh APBN dam APBD, baik mereka yang dibina di dalam Panti maupun non Panti. Pemkot Makassar pun telah menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga yang menangani disabilitas untuk memantau dan menangani penyandang disabilitas.

Sementara itu, Staf Saujana Yogyakarta, Yusniani, mengatakan, sampai saat ini masih sedikit perusahaan yang mempekerjakan difabel. Padahal, telah banyak penyandang disabilitas yang memiliki skill dan kemampuan vokasi. Selain itu, kata Yusniani, perusahaan pun belum menyiapkan aksebilitas yang memadai bagi difabel, sehingga menyulitkan bagi mereka untuk berakfivitas di Kantor.

“Misalnya belum ada akses untuk disabilitas yang berada di gedung gedung perkantoran bertingkat,” kata Yusniani.

Yusniani berharap, perusahaan menyadari pentingnya pemberdayaan difabel dalam dunia kerja. Sebab, UU Nnomor 8/2016 telah mengatur tentang persamaan hak bagi difabel dalam dunia kerja. UU difabel ini, merupakan UU kbusus yang dibuat pemerintah bagi para penyandang disabilitas.

“Sehingga tidak ada lagi alasan bagi perusahaan untuk menolak mempekerjakan pentandang disabilitas, sepanjang memiliki kemampuan yang dibutuhkan,” ujar Yusniani.

Seminar dan pelatihan skill bagi difabel ini dihadiri juga oleh anggota DPRD Sulsel Sri Rahmi, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sulsel, Bambang Permadi, dan Kepala Disnaker Makassa sebagai pembicara seminar.(*)

About The Author

Related posts

CELEBESONLINE