counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Parakang (Manusia Jadi-Jadian)

-
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Film produksi sineas Makassar ini berjudul  (manusia jadi-jadian). Diproduseri oleh Riri Rodjak dan disutradarai oleh Abdul Rodjak, film ini berkisah tentang Seorang pria dan wanita yang senasib sebagai parakang. Itulah cara mereka dipertemukan, di kedalaman hutan suatu kampung setelah sebelumnya mereka menjadi buruan warga di dusun mereka masing-masing. Syamsul si lelaki dan Narti si perempuan. Mereka kepergok warga ketika hendak memangsa korbannya. Syamsul saat mencoba menghisap ureterum (usus) lelaki usur jelang ajal, dan Narti dengan korban seorang ibu hamil.

Pertemuan itu menjadikan mereka sepasang kekasih. Namun mereka harus pergi jauh meninggalkan tempat mereka bermukim sebelumnya, jika tidak warga akan membunuh mereka karena ketahuan sebagai parakang. Di sebuah Desa yang cukup jauh dari tempat mereka tinggal sebelumnya di situlah mereka mencoba hidup baru.

Pernikahan mereka membuahkan hasil seorang anak perempuan Nurlinda (linda), anak semata wayang mereka tumbuh ditengah perkebunan teh. Kehidupan Syamsul dan Narti telah berubah, memiliki banyak harta benda berkat ilmu parakang mereka.

Tanpa disadari oleh Linda dari hasil turunan dia mewarisi keluarga Parakang, Di mana satu kelak perubahan wujud terjadi di mana tempat dia bekerja dan sempat di rekam oleh teman kerjanya yang memiliki rasa cemburu atas keberhasilan Linda selama ini yang mendapat perhatian khusus dari pimpinannya.

Dengan berkembangnya berita ini membuat heboh sehingga Linda harus disingkirkan dan dimusnahkan, di sisi lain turunan parakang ingin merebut kekuasaan antara satu dengan yang lain. Berita juga sampai ke Linda kalau ternyata orang tuanya di kampung juga telah terusir, masyarakat telah mengetahui bahwa mereka sekeluarga adalah parakang, seluruh harta mereka musnah, Linda ingat cerita ayahnya tentang tempat dia pertama kali menerima ilmu Parakang, Linda menuju ke tempat itu.

Linda menemukan ibu dan ayahnya, mereka kembali bersatu di dalam sebuah goa, menyatu kembali untuk sebuah balas dendam. Film ini kini tengah tayang di sejumlah bioskop di Makassar sejak 18 Mei 2017.

web
analytics