counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

PSM dan Nikmat Candu Sepakbola

kemenangan pertama PSM dalam 12 terakhrir atas Persipura. - (dok PSM)
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Stadion tua Andi Mattalatta Mattoanging, berhak mencatatkan pertandingan antara PSM Makassar dan Persipura Jayapura, Sabtu lalu, sebagai suatu sejarah. Ya sejarah pertarungan gengsi, duel maut, penuh kejutan dan rekor.

Juga sebagai pertandingan heroik dan historik. Betapa tidak! Sekali tanding, PSM mencatat lima rekor sekaligus. Itulah historikalnya. Setidaknya, itu menurut catatan Tribun Timur, surat kabar terbesar dan terpercaya di kawasan timur Indonesia.

Pertama, inilah kali pertama PSM menang atas Persipura dalam 12 tahun terakhir. Bukan sekadar menang, tetapi pesta gol dengan lima kali menjebol gawang lawan dan sekali kebobolan. Kemenangan terakhir PSM tercatat pada 21 Mei 2005 dengan skor 2-1.

Kedua, ini merupakan ajang balas dendam karena delapan tahun silam, PSM dipecundangi lima gol tanpa balas di Stadion Mandala, kandang sangar Persipura. Menyakitkan dan menyimpan dendam membara.

Ketiga, dengan mencetak lima gol, ini merupakan rekor gol terbanyak dalam sekali tanding sepanjang Liga 1 2017 bergulir.

Keempat, striker PSM Reinaldo Costa dengan dua gol, menempatkan dirinya sebagai top scorer hingga pekan ke-9 Liga 1 ini. Prestius tentunya.

Kelima, inilah pertandingan tercepat bagi wasit mencabut kartu merah. Ketika laga baru berlangsung satu menit, gelandang Persipura Martinus Manewar menanduk pemain PSM.

Saya bahkan menambahkan, bisa jadi ini merupakan pertandingan terbanyak penonton yang rela berdesakan, di stadion tua Mattoanging. Melebihi jumlah penonton ketika Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla, hadir menyaksikan PSM melawan Persija Jakarta.

Saya katakan pertandingan ini heroik karena masing-masing tim ngotot berjuang sepenuh tenaga dan strategi untuk menang dan tidak ingin jadi pecundang. Terutama PSM karena anak-anak psikologis Ramang, legenda bola Indonesia pembela panji PSM, itu bertarung di kandang sendiri. Ya, di hadapan sekitar 15 ribu pendukung fanatiknya yang sangat bergairah.

Pada sisi lain, Persipura yang sejak menit pertama sudah harus berjuang dengan hanya 10 pemain, juga tak mau menyerah begitu saja. Buktinya, walaupun hanya bertarung dengan sepuluh pemain, tim mutiara timur itu masih mampu menunjukkan kelasnya sebagai tim papan atas yang berkualitas. Mereka mampu membalas satu gol.

Kita mungkin kesal manakala disuguhkan perilaku kasar dan curang, entah dilakukan oleh pemain ataupun wasit. Kita gregetan karena perilaku itu menghianati semangat sepakbola dan olahraga pada umumnya.

Akan tetapi, menonton anak-anak PSM melibas lawan-lawannya di stadion Mattoanging, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fairness, adalah entertainment yang menghibur. Lebih dari itu, mereka mengantar kita pada puncak gairah dan kenikmatan candu sepakbola.(*)

Logo Header Menu
web
analytics