counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Berawal dari Online Shop, Perempuan Cantik Ini Punya Brand Sendiri

Nurwahidah Wiwi -
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Bisnis fasyen yang tengah digeluti Nurwahida Wiwi makin naik daun. Padahal, ia memulai bisnis ini hanya keisengan.

Wiwi, sapaan akrabnya, memulai debut karir fasyennya berawal dari kesukaan lihat-lihat dan beli koleksi baju.

“Pada September 2012 lalu, saya ketemu sama online shop (OS) first hand (tangan pertama) dari Jakarta. Dia jual dagangan pakaiannya murah namun ongkirnya mahal kalau cuman beli satu,” cerita perempuan berusia 25 tahun itu.

“Lalu, saya inisiatif buat group jualan via BBM dengan nama Pilovcimz dan menjadi reseller OS tersebut. Yah, hitung-hitung dapat teman buat share ongkos kirim,” ucap perempuan berjilbab ini. “Saat itu kan WA dan Instagram belum begitu booming seperti sekarang.”

Ternyata, produk jualannya laku di lasaran. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Karena banyak yang minat, dalam enam bulan sudah menjadi reseller first hand.

April 2013, ia pun memberanikan diri untuk ke Jakarta demi menemui langsung produsen baju tersebut. Ia pun menjadi retail online shop first hand di Makassar.

Semakin hari jualan produknya cukup berkembang. Dalam sebulan, ia bisa menjual sampai 500 pieces.

Menjalankan usaha pasti mendapat tantangan. Usahanya sempat menurutln karena fokus menyelesaikan tugas akhir/skripsi. Setelah sarjana, orang tuanya meminta untuk mencari kerja kantoran.

“Tapi saya memilih untuk fokus jualan online,” ucapnya.

Hambatan tidak berhenti di situ. Empat unit ponsel Blackberry miliknya rusak karena terkena air dalam tas. Semua kontaknya hilang.

Ia pun memulai dari awal lagi, mencoba menghubungi pelanggannya, tapi hasilnya tidak maksimal. Apalagi, online shop mulai menjamur di Makassar. Ia pun mulai mencari kerjaan lain. Hanya enam bulan bekerja, hasrat jualan online kembali muncul.

Ia pun kembali stock barang dan berniat melanjutkan online shop dengan mencari perhatian melalui promoted di via akun publik. Usahanya tergolong lancar.

Ia pun mencoba stok barang dari produsen lain karena harganya murah tanpa harus beli grosir. Foto-foto dan koleksi model bajunya juga banyak. Ia pun rela kembali mengeluarkan budget promosi buat promosi.

Awalnya memang banyak yang pesan. Namun, lama kelamaan, pelanggan komplain karena kualitas bahan jelek serta warna tidak sesuai dengan foto.

“Ternyata saya salah memilih produsen karena tidak menggunakan foto asli. Kesalahan saya karena sistem dropship jadi barang yang saya jual langsung dikirim dari produsen ke tangan pelanggan, jadinya saya tidak lihat terlebih dahulu kualitasnya seperti apa,” bebernya.

Mei 2016, ia memutuskan vakum bisnis online shop. Namun, hal ini membuatnya gelisah.

Setiap kali jalan-jalan ke pameran-pameran fasyen di Jakarta dan stalker OS fasyen, ia terinspirasi punya brand sendiri dan design produk sesuai keinginannya.

Awal 2017, ia pun mencoba cari tahu bagaimana cara produksi dengan biaya lebih murah. Ia juga mencoba blusukan ke kota-kota lain saat libur kerja.

Maret 2017, Wiwi mulai produksi yang dikerjakan di Makassar dan sebagian di Jakarta. Lalu pemotretan foto produk, hingga akhirnya new upload pertama pada tanggal 7 Mei 2017 dengan nama brand “Fomade”

Ia pun berharap ke depan pihaknya bisa melebarkan sayap fasyen yang memiliki harga murah namun bahannya tak murahan di seluruh wilayah Indonesia timur.

“Harapan saya agar bisa menguasai pasar dan memenuhi kebutuhan fasyen di wilayah Indonesia timur, utamanya Kota Makassar. Kami juga memasarkan produk melalui akun instagram @famodeclothing,” pungkasnya.(*)

Related posts

CELEBESONLINE