counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Pertama di Indonesia, Unhas Tempatkan Mahasiswanya KKN di KPK

Rombongan Unhas melakukan audience dengan Pimpinan KPK di Jakarta - (dok)
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Universitas Hasanuddin akan membuat catatan sejarah baru. Bagaimana tidak, Kampus Merah akan menempatkan mahasiswanya untuk menjalani kuliah Kerja Nyata (KKN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Unhas menjadi kampus pertama di Indonesia yang memberikan kesempatan kepada mahasiswanya KKN di KPK. Lembaga anti rasuah itu pun setuju untuk menerima mahasiswa Unhas menjalani KKN selama dua bulan di sana.

Hal itu terungkap saat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unhas melakukan audience dengan pimpinan KPK di Jakarta, Jumat, (16/6/2017).

Rombongan Unhas dipimpin Ketua LPPM Unhas, Prof Laode Asrul, bersama Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof Farida. Hadir juga Wadek III Fakultas Hukum, Prof Hamzah; Kepala P2KKN Unhas, Dr  Hasrullah; dan Kepala Bantuan Hukum Unhas, Dr Muhammad Hasrul.

Mereka diterima langsung Pimpinan KPK yaitu Laode M Syarif, Saut Situmorang, dan Basaria Panjaitan. Mereka didampingi dua Direktur, kepala Biro SDM, dan beberapa Staf KPK.

Rencananya, mahasiswa Unhas akan KKN di KPK selama dua bulan. Pelepasan peserta KKN Unhas akan dilakukan pada 5 Juli mendatang. Dari 4.000an mahasiswa Unhas yang akan menjalani KKN, 20 orang diantaranya ditempatkan di KPK.

“Sesuai amanah Rektor Unhas, maka kegiatan ini diharapkan sebagai upaya Unhas untuk menumbuhkembangkan semangat anti korupsi dan ikut mengambil bagian dalam upaya pemberantasan korupsi di tanah air,” kata Dekan FH Unhas, Prof Farida.

“Sebagai kalangan terdidik maka sudah menjadi kewajiban para mahasiswa unhas menjadi garda terdepan dalam upaya tersebut,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, kata Farida, pimpinan KPK bergantian memberikan masukan dan sangat mengapresiasi serta menyambut positif KKN yang dilakukan Unhas. “Ini merupakan terobosan yang diambil oleh Unhas dan menjadi contoh bagi kampus-kampus lain di Indonesia,” tutur Prof Farida.

Rupanya animo mahasiwa Unhas untuk bisa KKN di KPK sangat tinggi. INi dibuktikan dari banyaknya pendaftar yang jumlahnya sampai 260 orang. Namun, Pimpinan KPK hanya memberikan kuota 20 orang dari berbagai fakultas. Mereka nantinya akan disebar dalam berbagai unit kerja KPK, utamanya pada direktorat Pencegahan dan juga Litbang KPK.

“Mahasiswa juga akan diberikan keterampilan melakukan eksaminasi kasus yang telah diselesaikan oleh KPK,” beber Prof Farida.

“Ke depan, pimpinan KPK berharap agar KKN ini akan menjadi role model bagi kampus-kampus lain agar ikut serta melakukan hal yang sama dengan kampus Unhas. Karena pemberantasan Korupsi adalah upaya bersama seluruh komponen bangsa yang harus terus dilakukan,” ucapnya.(*)

Related posts

CELEBESONLINE