counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Citizen Report dari Tanah Suci : Tarawih Terakhir yang Penuh Isak Tangis

Sri Rahmi (depan) - (handover)
New Banner Semen

Jumat, 23 Juni 2017 bertepatan dengan malam ke 29 Ramadan. Kepadatan jamaah masjidil Haram tidak sepadat malam ke 27 Ramadhan.

Ini adalah malam ganjil terakhir sekaligus menjadi tarawih terakhir. Isak tangis memenuhi ruangan masjidil Haram saat tarawih rakaat ke 20 (rakaat terakhir), Imam menutupnya dengan doa qunut yang mengharu biru.

Suasana perpisahan dengan Ramadan sudah terasa sejak khutbah Jumat hari ini, yang menjadi Jumat terakhir bulan Ramadan. Dalam khutbahnya yang berbahasa Arab, khatib mengingatkan jamaah untuk senantiasa meluruskan niat, dan khatib juga berdoa semoga seluruh amalan puasa, sholat & tilawah kita selama Ramadhan diterima Allah SWT.

Puncak dari perpisahan itu adalah saat doa qunut tarawih malam ini. Isak tangis begitu menderu, menggema di setiap ruang masjidil Haram. Doa yang begitu khusyu’ dari imam, yang mengingatkan jamaah bahwa inilah malam terakhir kita bersama Ramadan & semoga Allah menerima taubat kita, dan semoga Allah mempertemukan kita kembali pada Ramadan berikutnya.

Alhamdulillah, suasana ibadah di masjidil Haram tidak terpengaruh dengan berita teror bom yang beredar di media sosial. Kamipun yang berada di Al Haram tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut sampai kami membacanya melalui media sosial.

Laailaha illallah..laasyarika lahu wabizalika umirtu wa ana minal muslimin.

(Sri Rahmi. Penulis adalah anggota DPRD Sulsel)

Related posts

CELEBESONLINE