counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Kriteria Ideal Calon Pendamping Danny Pomanto

Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani -
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto (DP) masih menimbang-nimbang siapa yang paling layak mendampingi dirinya pada Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. Publik pun digiring membaca langkah politik DP memutuskan siapa yang akan diberikan kepercayaan untuk menjadi pendampingnya.

Hal ini sudah lama jadi perhatian publik Kota Makassar sejak mulai diisukan bakal retak dengan Syamsu Rizal (Deng Ical). DP tentu sudah mengantongi sejumlah nama dari berbagai latar belakang, entah itu politisi, birokrat, pengusaha, dan lainnya.

Setidaknya mekanisme untuk menuju ke salah satu nama sudah jauh hari dilakukan DP,agar ia tidak sembarangan tebang pilih nama.

Disisi lain, DP pun sedang dipantau berbagai kalangan untuk mencari peluang agar bisa mendampingi Walikota Makassar itu. DP punya kans besar untuk memimpin Makassar lagi, jika melihat progress yang dilakukannya selama ini untuk Kota Makassar.

Bersama Deng Ical, sebenarnya Danny cukup berhasil menata kota ini. Namun dinamika politik selalu sulit untuk dipastikan.

Epicentrum Politica ingin memberikan saran bagi DP dalam memilih pasangan yang paling tepat. Pertama, apapun latar belakangnya, calon “02” Danny harus orang yang berpengalaman di pemerintahan dan paham arah kepentingan eksekutif maupun legislatif secara internal serta eksternal. Sehingga mampu memagari Danny untuk melanjutkan visi dan misinya jika kelak terpilih lagi.

Kedua, calon pendamping Danny harus punya pengaruh diirisan dukungan loyalis SYL, IAS, dan NH. Tiga irisan dukungan yang kental pengaruhnya di Kota Makassar secara khusus dan Sulsel secara umum.

Ketiga, calon pasangan DP harus punya kemampuan komunikasi lintas partai, sehingga bisa memperkecil kemungkinan bentrokan konflik yang biasanya menjadi penghalang besar bagi stabilitas roda pemerintahan.

Pengalaman tersebut sudah dialami DP 5 tahun belakangan ini. Benturan berbagai kepentingan yang menghasilkan ketidakpuasan, berujung pada peluang besar retaknya kekompakan “DIA” di Pilwalkot mendatang.

Keempat, DP harus mempertimbangkan ketokohan calon wakilnya. Calon pendamping ini haruslah orang yang mampu mendongkrak pencalonan Danny jika dipasangkan bersamanya.

Kelima, calon wakil DP harus punya basis massa yang mampu bersaing dengan para calon lainnya, dalam hal sebaran dan akar rumput. Karena jika jadi berpisah dengan Deng Ical, akan ada peta dukungan baru dengan pasangan yang baru.(*)

Iin Fitriani
(Direktur Epicentrum Politica)

Related posts

CELEBESONLINE