banner pasang iklan
banner pasang iklan

Peluang Kursi Terbagi Empat di Pilgub Sulsel 2017

Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani -

CELEBESonline.com, Makassar – Peta koalisi partai di Pilgub Sulsel 2017 semakin terarah, seiring semakin mendekatnya tahapan pendaftaran pasangan calon oleh KPU pada 1 Januari 2018 mendatang.  Idealnya, jika total 85 kursi dibagi rata dengan persyaratan 17 kursi untuk mengusung cagub dan cawagub, maka akan muncul lima pasang dari jalur parpol.

Namun hal tersebut sulit terwujud karena jatah kursi di DPRD yang tidak sama rata besarnya.

Berbicara koalisi besar, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menjadi salah satu yang berpeluang mewujudkan itu. Perkembangan terakhir mengenai hubungan Golkar-Nasdem yang semakin lengket menjadi penyebabnya. Jika golkar (18kursi) dan Nasdem (7 kursi) bersepakat, makan NH-Aziz melenggang aman dengan bekal 25 kursi, bahkan lebih dari cukup.

Sementara untuk koalisi gemuk berpotensi diraih oleh pasangan Agus Arifin Nu’mang-Aliyah Mustika Ilham. Sebelumnya, Agus sudah mengantongi dukungan PKB (3kursi) dan PBB (1kursi). Sehingga peluang merapatnya demokrat (11 kursi) lewat Aliyah menjadi terbuka lebar.

Hal ini tentu juga akan menjadi pertimbangan utama Gerindra (11 kursi) untuk memantapkan keputusan mendukung Agus yang merupakan kader Gerindra sendiri. Dengan begitu akan terkumpul total 26 kursi pengusung Agus-Aliyah, kubu dengan koalisi partai yang cukup banyak.

Pasangan lainnya akan memperebutkan 34 kursi tersisa, Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) telah mengklaim dukungan PAN (9kursi) dan PPP (7kursi). Sedangkan Nurdin Abdulla-Tanribali Lamo (NA-TBL) juga sudah mengklaim dukungan partai pengusungnya telah cukup untuk maju di kontestasi pilkada.

Dua pasang inilah yang berpotensi mendapatkan koalisi ramping yang tersisa. Mereka akan berebut PKS (6 kursi), Hanura (6kursi), PDIP (5kursi), dan PKPI (1kursi).

Kedua pasangan ini masih sangat berpotensi maju lewat jalur parpol dengan koalisi yang pas diambang persyaratan. Jika IYL-Cakka setidaknya mendapatkan satu lagi dukungan dari PKPI sehingga genap 17 kursi, dan jika NA-TBL kebagian PKS, Hanura, serta PDIP yang totalnya berjumlah pas 17 kursi juga.

Perhitungan tersebut akan membuka peluang empat pasang calon yang memang selama ini menonjol terdengar. Tergantung bagaimana kedepannya lobi-lobi politik tersebut terjadi.

Iin Fitriani
Direktur Epicentrum Politica

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBESONLINE