counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Tingkatkan Aspek Keselamatan di Bandara Sulhas, PT Angkasa Pura Gandeng ACI dari Kanada

General Manager Bandar Udara Internasional Sultan Hadanuddin, Cecep Marga Sonjaya, memberikan keterangan terkait kegiatan APEX in Safety - Apri
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – PT Angkasa Pura I (Persero) cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bekerja sama dengan Airports Council International (ACI) melakukan kegiatan Airport Excellent (APEX) in Safety di  Swiss Bell Hotel Makassar. ACI akan melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

APEX in Safety yang akan diadakan selama satu minggu, mulai kemarin, Senin (11/9/2017) sampai 15 September 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keselamatan Bandara Sultan Hasanuddin.

Tim auditor atau assesor dari ACI dipimpin oleh Ermenando Silva selaku Safety Manager ACI dan membawa enam anggotanya yang merupakan manajemen bandara internasional dari berbagai negara. Mereka adalah Ramapurath Rajendra Menon selaku Airside Project Manager Dubai Airport, Anthony Conte C selaku Manager Airfield Operations & Compliance Sydney Airport Corporation, Badriyah Binti Noordin selaku Manager Malaysia Airports Holding Berhad, Dirk Geukens selaku Senior Safety Expert Brussels Airport, Ozan Karakis Airside Operation Director Istanbul Grand Airport, Ardi Bin Habi selaku Manager Malaysia Airports Holding Berhad, dan Lahkim Anass selaku Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) Morrocan Airport Authority ONDA.

Sebagai anggota ACI yang merupakan organisasi dunia terkait penyediaan informasi dan kebijakan yang dianjurkan untuk bandar udara serta membantu mengembangkan standar bandar udara, PT Angkasa Pura I (Persero) akan dinilai dan dievaluasi oleh ACI terkait tingkat keselamatan penerbangan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Pada kegiatan ini, Tim Auditor dari ACI akan menilai aspek-aspek mengenai Standard Operating Procedure (SOP) dan implementasinya di lapangan.

“PT Angkasa Pura I (Persero) sangat mendukung kegiatan APEX in Safety untuk meningkatkan kualitas keselamatan di bandara kami. Semoga Bandara Sultan Hasanuddin berhasil meraih hasil terbaik dan mendapat akreditasi internasional dalam aspek keselamatan” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S Baskoro pada acara pembukaan APEX in Safety, Selasa (12/9/2017).

“Mereka akan berikan rekomendasi apa yang perlu ditingkatkan tentang safety (keamanan dan keselamatan) di bandara. Jika ada rekomendasi tim ACI ini nantinya akan segera kita tindaklanjuti sehingga standar keamanan dan memperoleh jaminan dari dunia internasional karena direkomendasikan memang pihak yang berwenang,” ucap Danang.

Hal senada juga diucapkan General Manager Bandar Udara Internasional Sultan Hadanuddin,  Cecep Marga Sonjaya. Ia mengatakan bahwa pihaknya mengikuti semua regulasi yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan.

“Semua regulasi sudah kami lakukan. Marka-marka di landasan kita siapkan, pemeriksaan rutin terhadap airline, runway, fasilitas navigasi, maslaah elektronika untuk operasional, SOP sudah standar, airport emergency prosedur, dan lainnya. Termasuk juga SDM yang sudah punya lisensi. Semua itu sudah dilakukan 100 persen,” ucap Cecep.

Namun, pihaknya tetap terbuka menerima evaluasi dari ACI untuk meningkatkan keselamatan di bandara. “Kacamatanya kan beda. Nanti kita akan siapkan sesuai dengan rekomendasi dari mereka. Karena keberadaan mereka juga untuk mengukur sejauh mana tingkat keamanan yang kita lakukan untuk level internasional. Kita ingin mendapat pengakuan internasional,” ucapnya.

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi bandara keempat di Indonesia yang akan dievaluasi oleh ACI. Sebelumnya ACI mengevaluai tiga Bandara Internasional lainnya di bawah manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya.

“Kami melakukan evaluasi bukan untuk membandingkan dengan bandara lainnya. Tapi, kami ingin mengevaluasi masing-masing bandara dari sisi pelayanan dan keselamatan,” ucap Ermenando Silva.

Cecep mengatakan bahwa hasil evaluasi dari ACI ini baru bisa diketahui dua atau tiga hari setelah kegiatan APEX in Safety. “Tapi itu tidak bisa dipublikasikan. Cukup menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di bandara,” ucapnya.

Sebagai informasi, ACI adalah satu-satunya perwakilan dagang global bandar udara di dunia yang berdiri sejak tahun 1991. Berpusat di Kanada, ACI menjadi organisasi dunia yang membantu menyediakan informasi dan kebijakan yang dianjurkan untuk bandar udara dan membantu mengembangkan standar bandar udara. ACI juga membantu mempromosikan bandara-bandara internasional secara global.(*)

Related posts

CELEBESONLINE