counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Gubernur Sulsel Prihatin dengan Jumlah Pengguna Narkoba

-
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerima rombongan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulsel, Selasa (12/9/2017).

Kepala BNN Sulsel Brigadir Jendral Polisi Mardi Rukmianto melaporkan jumlah pengguna narkotika di Sulsel kepada gubernur. Dia menjelaskan angka yang mencengankan.

“Jumlah pengguna di Sulsel 130.000 orang di tahun 2016, yang pecandu berat 40 persen. Yang menggunakan jarum suntik 15 persen, rata-rata menggunakan narkoba tiga kali sehari” sebut Mardi.

Sementara itu di tahun 2016 jumlah yang direhabilitasi 1.428 orang baik di pusat rehabilitasi pemerintahan dan swasta. Jumlah penindakan 1.621 kasus.

“Apa yang saya sampaikan membuat gubernur terkejut, saran dari beliau melakukan penindakan secara temporary untuk menekan jumlah peredaran dan pengguna,” sebutnya.

Mardi mengaku pihaknya akan berusaha menurunkan angka peredaran narkoba di Sulsel, walaupun diakuinya peredarannya sangat cepat.

Sementara itu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku prihatin dan menjadikan narkoba sebagai perhatian serius pemerintah.

“Saya khawatir dengan laporan ini, laporan sebelumnya semuanya baik-baik saja. Angka ini harus diturunkan, berikan saya petanya,” ujar SYL.

SYL juga menyebut akselarasi jumlah pengguna di seluruh Indonesia memang meningkat. Untuk itu harus hadir agenda upaya pencegahan baik represif (pengedalian sosial) maupun preventif (dini) semua pihak.(*)

Rugikan Negara Rp 16 Miliar, Mantan Ketua PWI Sulsel Jadi Tersangka

CELEBESonline.com, Makassar – Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, Zulkifli Gani Otto (Zugito) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Sub Direktorat (Subdit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulsel, dalam gelar perkara yang berlangsung di Mapolda Sulsel, Selasa (12/9/2017).

“Zugito ditetapkan tersangka setelah terbukti melanggar Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah,” ungkap Kasubdit Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan Wibisono.

Pada 2010 hingga 2015, Zugito selaku ketua PWI telah menyewakan aset milik Pemprov Sulsel berupa gedung yang terletak di Jl AP Pettarani No. 31 Makassar, dimana bangunan tersebut adalah aset milik Pemprov yang dipinjam pakaikan kepada PWI Sulsel.

“Tersangka meminjam pakaikan gedung tanpa izin dari Pemerintah Provinsi selaku pemilik aset tersebut,” katanya

Yudiawan menambahkan, dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, uang hasil sewa tidak disetorkan oleh tersangka ke kas daerah Sulsel, yang membuat negara rugi sebesar Rp 1,6 miliar.

Untuk itu, mantan Ketua PWI Sulsel tersebut terancam dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(*)

Related posts

CELEBESONLINE