counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Pelindo IV Perketat Pengawasan 9 Proyek PMN dan MNP

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan PT Pelindo IV, Farid Padang - (Handover)
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) memperketat pengawasan 9 proyek yang menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2015 sebesar Rp 2 triliun, sehingga bisa dioperasikan akhir tahun depan sesuai target.

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan salah satu upaya pihaknya untuk mempercepat progress pembangunan 9 proyek PMN dan Makassar New Port (MNP) adalah dengan menggandeng beberapa pihak untuk melakukan pengawasan bersama.

“Progress 9 proyek PMN dan MNP setiap hari kami laporkan, baik kepada DPR RI, Kantor Staf Kepresidenan, BPKP, Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang terdiri dari Kajati dan Kajari serta seluruh Polda di 9 wilayah proyek PMN maupun MNP,” kata Farid di sela-sela Ekspose 9 Proyek PMN dan MNP, Kamis (14/9/2017).

Mantan GM Pelindo IV Cabang Ambon ini juga mengatakan, pihaknya (Pelindo IV) bahkan bekerjasama dengan BPKP untuk selalu melakukan Pre-Audit, yaitu Audit yang dilakukan sebelum proyek yang dibangun selesai dikerjakan.

“Proyek [9 PMN dan MNP] ini sangat rentan terhadap suatu pelanggaran, oleh sebab itu pengawalan yang ketat dari berbagai pihak sangat diperlukan. Apalagi, 9 proyek PMN ini untuk mendukung program Tol Laut yang digagas Presiden Jokowi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara, Azhari menuturkan bahwa sudah menjadi tugas pihaknya untuk mengawal setiap proyek strategis milik negara. “Sembilan proyek PMN dan MNP adalah termasuk salah satu proyek strategis nasional, sehingga jelas perlu pendampingan dan peran kejaksaan dalam hal [pendampingan] ini sudah tertuang dalam undang-undang.”

Dia menambahkan, posisi kejaksaan adalah untuk pencegahan dan diharapkan 9 proyek PMN dan MNP bisa dikawal bersama-sama tahap demi tahap.

“Jangan sampai terjadi deviasi atau penyimpangan yang cukup melebar. Kalau bisa, pengawalan yang berlapis-lapis. Apalagi, proyek ini adalah bagian dari program Tol Laut dari Bapak Jokowi, yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” katanya.(*)

web
analytics