counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

8 Desa di Sulawesi Tenggara Akhirnya Bisa Menikmati Listrik

PLN Sulselbartra meresmikan listrik desa di Sultra -
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Kendari – PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar terus menggenjot program listrik desa yang ditargetkan akan 100 persen terlistriki pada akhir tahun 2018. Kali ini, ada 8 desa di 5 kecamatan yang tersebar di 3 Kabupaten  di Sulawesi Tenggara yang bisa menikmati listrik.

Desa yang kini bisa menikmati listrik yaitu Desa Tanjung Batu, Dusun Lamanu di Desa Wasungi, Dusun Mogajaya di Desa Lauki, Desa Marga Karya, Desa Lahumoko, Desa Soloy Agung, Desa Dete, dan Desa Kulasi yang tersebar di kecamatan Parigi, Kabangka, Kulisusu Barat, Kamboja, dan Tomia Timur dari 3 kabupaten yaitu Muna, Buton Utara, dan Wakatobi (Bau-Bau).

Proyek listrik desa yang dibangun mulai bulan Januari tahun 2017 ini dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017  untuk melistriki 8 dusun dengan jaringan tegangan menengah 20 KV sepanjang 13,5 kms dan jaringan tegangan rendah sepanjang 19,32 kms. Total daya yang dialirkan adalah sebesar 650 kVA untuk melistriki dusun tersebut.

Peresmian listrik desa ini diresmikan oleh Bupati Buton Utara, Abu Hasan; Manajer Area Baubau, Arief Budi Kurniawan; Manajer Rayon, dan dihadiri oleh warga setempat

Pada saat peresmian lisdes di Desa Soloy Agung, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara , Arief Budy Kurniawan selaku Manajer Area Baubau menyampaikan bahwa  di bulan kesaktian Pancasila ini PLN Berhasil mengimplementasikan Sila ke-5 dimana keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Lega dan terharu rasanya menyaksikan kebahagiaan warga desa soloy agung merasakan kemerdekaan dan keadilan dalam menikmati listrik. Menjadikan malam-malam mereka menjadi produktif dan berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi di kecamatan Kulisusu Barat,” ungkap Arief Budi.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Buton Utara, Abu Hasan, menyampaikan bahwa dengan masuknya listrik di Desa Soloy Agung berarti janji bupati bagi warga sudah terpenuhi.

“Harapannya dapat dimaksimalkan sebaik mungkin. Tugas masyarakat sekarang membantu PLN untuk menjaga listrik dengan cara merelakan pohon yg melintasi jaringan PLN untuk di pangkas,” ungkap Abu Hasan saat peresmian listrik desa.

Tantangan dalam pembangunan lisdes ini adalah kurang kooperatifnya warga untuk ditebang pohonnya yang berada di jaringan PLN sehinga dibutuhkan adanya sosialisasi dan edukasi terkait bahaya yang timbul akibat pohon yang berada dekat dengan jaringan PLN.

PLN Wilayah Sulselrabar memang terus berkomitmen untuk melistriki seluruh desa di Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat. Pembangunan listrik desa merupakan salah satu upaya PLN Wilayah Sulselrabar untuk mencapai target Rasio Elektrifikasi 100 persen pada tahun 2018.

Related posts

CELEBESONLINE