counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Google Doodle Hari Ini: Olaudah Equiano, Aktivis Perlawanan Perbudakan

Olaudah Equiano -
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Google merayakan ulang tahun Olaudah Equiano dengan menjadikannya sebagai Doodle hari ini, Senin (16/10/2017). Jika masih hidup, Olaudah Equiano ulang tahun yang ke-272 hari ini.

Di halaman utama Google digambarkan seorang pria Afrika yang sedang menulis buku. Di latar belakangnya terdapat kapal yang sedang berlayar dan rantai yang terputus. Ini menggambarkan diri Olaudah Equiano yang pengalamannya sebagai seorang budak yang kemudian terlibat dalam gerakan penghapusan budak di Inggris.

Google memperingati jasa Olaudah Equiano yang juga dikenal dengan julukan Gustavus Vassa. Ia adalah aktivis yang melawan perbudakan di Britania Raya pada abad ke-18. Ia seorang budak yang kemudian dibebaskan pada 1766. Pria berdarah Afrika tersebut aktif melontarkan perlawanannya lewat tulisan.

Olaudah terlahir di provinsi Eboe, Nigeria. Umur 11 tahun, ia sudah merasakan jadi budah belian. Hal ini bermula saat diculik bersama saudara perempuannya lalu dijual oleh pedagang budak lokal dan dibawa ke Barbados kemudian ke Virginia.

Di Virginia, Equiano dijual ke Michael Pascal, seorang letnan di angkatan laut. Pascal kemudian memberikan nama baru untuk Equiano yaitu Gustavus Vassa, sama seperti raja Swedia pada abad 16.

Ketika itu, nama Equiano telah diganti dua kali. Ketika dia berada di kapal budak yang membawanya ke Amerika Serikat, dia dipanggil Michael. Kemudian, dia dipanggil Jacob oleh pemilik pertamanya.

Equiano mengarungi lautan dengan Pascal selama 8 tahun. Dalam perjalanannya, dia kemudian belajar tentang agama Kristen dan memilih untuk memeluknya. Selama itu, dia juga belajar tentang cara membaca dan menulis.

Pascal lalu menjual Equiano ke seorang kapten kapal di London, yang kemudian membawanya ke Montserrat. Di sini, dia dijual ke seorang pedagang ternama Robert King. Bersama King, Equiano disuruh untuk membuat rute pengiriman barang dan juga bekerja di tokonya.

Dia juga bekerja sebagai kelasi, pelayan, dan juga pemotong rambut. Dia mengumpulkan uang dengan berdagang sebagai pekerjaan sambilan. Pada 1765, ketika Equiano berumur 20 tahun, King berjanji dia bisa membeli kebebasannya seharga 40 Poundsterling jika dikonversikan di waktu sekarang senilai 6.000 Poundsterling atau Rp 107,5 juta).

Dalam waktu kurang dari 3 tahun, dia berhasil mendapatkan cukup banyak uang untuk membeli kebebasannya. Dia dibebaskan pada 1767. Selama 20 tahun ke depan, Equiano banyak menghabiskan hidupnya dengan berpetualang, termasuk ke Turki dan Arktik.

Equiano menjadi teman dan mendukung orang-orang yang ingin menghapuskan perbudakan tersebut. Banyak dari mereka yang kemudian mendorong Equiano untuk menulis dan menerbitkan cerita hidupnya.

Pada 1789, Olaudah Equiano mempublikasikan otobiografi tentang kehidupannya selama menjadi budak. Otobiografi itu memperkuat dukungan terhadap Undang-undang Perdagangan Budak yang disahkan pada 1807.

Penjelasan Equiano mengejutkan banyak orang. Sebagian pembaca merasa malu atas penderitaan yang dia hadapi. Autobiografinya, yang dirilis pada 1789, membantu terciptanya Hukum Dagang Budak 1807, yang menghentikan jual beli budak untuk Inggris Raya dan koloninya.

Di sisa-sisa hidupnya, Olaudah Equiano berkelana sebagai pelaut, pedagang, dan penjelajah di sepanjang Karibia, Arktik, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Britania Raya. Tempat berlabuhnya adalah London.

Pada 1792, Equiano menikahi seorang wanita asal Inggris, Susanna Cullen. Mereka memiliki 2 anak perempuan. Equiano meninggal pada 31 Maret 1791.(*)

 

Related posts

CELEBESONLINE