counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Google Doodle: S. Chandrasekhar, Astrofisikawan India-AS Peraih Hadiah Nobel Fisika

Google Doodle: Subrahmanyan Chandrasekhar -
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Halaman utama laman pencarian Google hari ini, Kamis (19/10/2017), menampilkan animasi singkat yang menampilkan siluet seorang pria yang serius memperhatikan bintang. Siapkah pria yang menjadi  Google Doodle?

Dia adalah Subrahmanyan Chandrasekhar atau lebih dikenal dengan sebutan “S. Chandrasekhar”. Dia adalah Astrofisikawan keturunan India-AS yang meraih Hadiah Nobel Fisika 1 tahun 1983.

Google menjadikannya Doodle hari ini untuk merayakan ulang tahun S Chandrasekhar yang ke 107 atas kontribusinya di bidang astrofisika.

S Chandrasekhar lahir di Lahore, Pakistan, pada 19 Oktober 1910 silam. Ia meninggal di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 21 Agustur 1995 di usia 84 tahun.

Subrahmanyan Chandrasekhar

Chandrasekhar menerima gelar BA dari Universitas Madras. Lalu melanjutkan studi ke Universitas Cambridge dan menerima gelar doktor. Salah satu teorinya yang terkenal yakni teori bintang kerdil putih, menunjukkan bahwa tekanan degenerasi mekanika kuantum tidak bisa menstabilkan bintang raksasa.

Ia bekerja di Universitas Chicago dan Observatorium Yerkes dari 1937 hingga 1995. Chandrasekhar adalah pegawai di Ballistic Research Laboratory di Aberdeen Proving Ground, Maryland selama Perang Dunia kedua.

Baca juga: Heboh, Driver Grab di Makassar Dapat Transferan Sampai Rp 1 Miliar
Baca juga: Driver Grab Makassar Dapat Transfer Saldo Sampai Rp 1 Miliar, Ini Tindakan Perusahaan

Keponakan dari Chandrashekara Raman, fisikawan pemenang Hadiah Nobel Fisika 1930, ini adalah peneliti dan penulis sejumlah buku yang hingga kini dijadikan rujukan untuk mengenal struktur dan evolusi bintang. Dialah penemu teori evolusi bintang. Teorinya ini menunjukkan bahwa tekanan degenerasi mekanika kuantum tak bisa menstabilkan bintang raksasa.

Dari teori itu, ia merumuskan sifat-sifat dinamis galaksi bintang, transfer energi radiasi, stabilitas hidrodinamika dan hidromagnetika, stabilitas bilangan persamaan elips, hingga teori matematis lubang hitam alias black hole. Buku terakhirnya berjudul “Newton’s Principia for the Common Reader”.

Selama karirnya, Chandrasekhar juga mengedit Astrophysical Journal selama hampir 20 tahun. Ia dikenal sebagai sosok yang cinta pada keanggunan dan presisi matematika.

Saat Chandrasekhar berusia 43 tahun, dia dianugerahi Medali Emas Royal Astronomical Society atas jasa-jasanya di bidang astronomi. Pada usia 56, ia dianugerahi National Medal of Science karena banyaknya kontribusi astronomi, fisika, dan matematika. Di usianya yang ke-61, dia dianugerahi Medali Draper dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS untuk kepemimpinannya, dan kontribusi besar, bidang astrofisika.

Pada tahun 1983, saat itu Chandrasekhar berusia 73 tahun berbagi Hadiah Nobel Fisika dengan William Fowler untuk studi teoretis tentang proses fisik yang penting bagi struktur dan evolusi bintang-bintang.

Related posts

CELEBESONLINE