banner pasang iklan
banner pasang iklan

Massifkan Sosialisasi, BPJS Kesehatan Gandeng KNPI Sulsel

Deputi Direksi Wilayah Sulselbartramal I Made Puja Yasa (kiri) bersama Ketua KNPI Sulsel, Imran Eka Saputra - Apri

CELEBESonline.com, Makassar – BPJS Kesehatan Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku (Sulselbartramal) menjalin kerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan melalui penandatangannya MoU di hadapan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Penandatangannya MoU ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-89 di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (28/10/2017) pagi.

Kerja sama ini terkait Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu  Indonesia Sehat (JKN-KIS). MoU tersebut ditandatangani oleh Deputi Direksi Wilayah Sulselbartramal, I Made Puja Yasa, dan Ketua KNPI Sulsel, Imran Eka Saputra usai upacara Hari Sumpah Pemuda.

Penandatangan kerja sama BPJS Kesehatan dan KNPI Sulsel

“Sesuai dengan tema Sumpah Pemuda kali ini yaitu ‘Pemuda Indonesia Berani Bersatu’, maka Pemuda saatnya berani bersatu mengawal program pemerintah. Nah,
program pemerintah yang sangat strsategi ini adalah JKN-KIS yang merupakan wujud kehadiran pemerintah di dalam kehidupan bermasyaraat dengan tujuannya untuk meningkat kualitas hidup masyarakat,” kata Puja Yasa.

“Kami senang karena teman-teman KNPI menawarkan untuk bisa ikut terlibat dalam program ini, khususnya dari sisi bagaimana masyarakat di wilayah Republik Indoesia, termasuk Sulsel, paham terhadap hak dan kewajiban masyarakat dalam penyelenggarana prgram JKN-KIS,” tambah Puja Yasa.

Dalam kerja sama ini pemuda yang tergabung dalam KNPI nantinya bisa mengedukasi, baik pemerintah maupun masyarakat, tentang BPJS Kesehatan dan JKN-KIS. Sehingga, upaya percepatan Universal Health Coverage (UHC) bisa terwujud.

“Kami berharap teman-teman dari pemuda KNPI dapat turut aktif dalam mensosialisasikan program JKN-KIS, mendorong pemuda untuk mengcover rakyat miskin yang belum tergabung dalam program JKN-KIS serta mengedukasi masyarakat untuk terus membayarkan iuran setiap bulannya. Sehingga program ini dapat berlangsung secara terus menerus dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat,” ucap Puja Yasa.

“Saat ini, peserta JKN-KIS di wilayah Sulsel telah mencapai 7,2 juta jiwa dari 9,5 jumlah penduduk, artinya sudah tercover sekitar 75 persen. Masih terdapat 2,3 juta jiwa (24,7 persen) warga yang belum tergabung dalam program JKN-KIS. Saya yakin dengan komitmen bersama khususnya peran pemuda untuk turut aktif mendukung program JKN-KIS maka pada tanggal 1 Januari 2019 seluruh masyarakat di wilayah Sulsel dapat tercover program JKN-KIS,” tambah Puja.

Saat ini KNPI Sulsel mempunyai cabang di 24 kabupaten sampai di tingkat kecamatan serta terdiri dari 49 organisasi kepemudaan (OKP) yang terhimpun hingga ke kecamatan. Sehingga dengan kerjasama yang terjalin ini, diharapkan KNPI dapat menjangkau wilayah-wilayah atau elemen masyarakat yang selama ini tidak dapat dijangkau oleh BPJS Kesehatan.

“Secara kelembagaan, kami menyambut baik kerjasama ini dan berterimakasih kepada BPJS Kesehatan yang telah memberi kepercayaan kepada KNPI untuk berpartisipasi dalam program JKN-KIS. Kerja sama ini akan kami breakdown ke-24 kabupaten sampai kecamatan dan 49 OKP, sehingga optimalisasi program JKN-KIS dapat dilakukan secara massive,” ujar Imran.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBESONLINE