counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Ketika Anak Berkebutuhan Khusus Tampil Bak Model

Seorang anak spesial tampil di atas panggung Festival Pelangi Nusantara yang digelar Klub belajar Sipatokkong - Apri
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) punya cara memperingati Hari Sumpah Pemuda. Bertempat di halaman TK Kharisma di Jalan Baru Ateka, Makassar, sejumlah ABK unjuk kemampuan dalam kegiatan Festival Pelangi Nusantara for Special Needs Awareness, Minggu (29/10/2017).

Kegiatan ini digelar Klub Belajar Sipatokkong Makassar.

Kegiatan ini melibatkan 50 ABK dari berbagai diagnosa, baik itu ABK pra sejehtera binaan Klub Belajar Sipatokkong (KBS) yang berjumlah 10 anak maupun ABK lainnya yang ada di Kota Makassar.

Setiap ABK yang mengikuti kegiatan tersebut didampingi relawan Klub Belajar Sipatokkong dan orang tua masing-masing peserta.

Seorang anak spesial tampil di atas panggung Festival Pelangi Nusantara yang digelar Klub belajar Sipatokkong

Kegiatan ini dimulai dengan upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda dimana semua pelaksana kegiatan upacara, mulai dari pemimpin upacara hingga pengerek bendara dilakukan oleh ABK dengan menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Seorang anak mengenakan pakaian adat Melayu didampingi relawan dan orang tua

Usai upacara bendera dilanjutkan dengan peragaan busana dari lima puluh peserta ABK dan penampilan ABK binaan Sipatokkong seperti menari, menyanyi, baca puisi, dan kegiatan lain yang menghibur.

Saat peragaan busana, dimana peserta dari ABK tampil dengan pakaian adat Nusantara berlenggak lenggok di panggung layaknya model. Walau dengan keterbatasan, dipandu relawan dan orang tua, mereka pun penuh percaya diri tampil di depan umum.

Seorang anak bersama saudaranya tampil mengenakan pakaian adat Toraja

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan tingkat kepercayaan diri pada ABK, membantu mereka bersosialisasi dengan masyarakat dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian mengenai ABK di Kota Makassar.

Seorang anak spesial tampil di atas panggung Festival Pelangi Nusantara yang digelar Klub Belajar Sipatokkong

Adapun ABK yang terlibat dalam kegiatan antara lain anak Autism Disorder Spectrum (ASD), Down Syndrome, Celebral Palsy (CP), Global Delay, dan anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Salah satu orang tua, Jamal, yang memiliki anak dengan diagnosis hiperaktif mengaku senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Karena bisa memberikan kepercayaan diri si anak untuk tampil di depan umum.

Hal senada juga disampaikan, Rasnawati, orang tua yang memiliki anak ABK dengan diagnosa global delay.

“Saya mendukung kegiatan ini karena menumbuhkan rasa percaya diri anak. Kegiatan seperti ini mengembangkan potensi untuk ABK,” kata Nana, sapaan Rasnawati.

“Memiliki anak spesial harus sabar dan selalu memberikan support. Juga tidak lupa memberikan reward agar mereka tidak parah semangat untuk menjadi lebih baik,” tambah Nana yang anaknya dengan Global Delay telah kuliah di STMIK Kharisma.

Achmad Rizaldi, salah satu ABK dengan suara terbata-bata mengatakan dirinya tampil bernyanyi dengan lagu “Gebyar-gebyar” dan “Sulawesi Parasanganta”.

Arung sebagai panitia pelaksana mengatakan bahwa pihak dari Klub Belajar Sipatokkong sengaja menggelar kegiatan untuk ANAK di momen Sumpah Pemuda agar semua komunitas dan ABK di Makassar bisa berkumpul dan bersilaturahmi.

Kordinator Sipatokkong, Ridhayani, mengungkapkan, Festival Pelangi Nusantara for Special Needs Awareness merupakan bagian dari kegiatan kampanye kepedulian dan kesadaran terhadap ABK di Kota Makassar.

Masih, selain ABK, panitia pelaksana kegiatan juga melibatkan orang terdekat ABK seperti saudara mereka. “Hal ini kami lakukan sebab saudara ABK merupakan benteng pertama yang bisa mencegah bully terhadap saudara ABK mereka,” ucap Ridhayani.

Sementara itu, ketua PKK Makassar, Indira Yusuf Ismail, mengaku bangga dengan kegiatan untuk ANAK tersebut.

“Semangat Sumpah Pemuda di NKRI ini harus kita ajarkan dan tanamkan sejak anak-anak, seperti yang diperlihatkan anak-anak kita ini. Ternyata, sekalipun berkebutuhan khusus, kalau kita latih dan didik dengan baik, mereka bisa tampil seperti anak yang lain,” kata Indira.

Klub Belajar Sipatokkong melakukan kegiatan terapis setiap Minggu pada sepuluh ABK pra sejahtera binaan yang tersebar di Kota Makassar. Kegiatan ini dilakukan oleh 25 relawan yang sudah melalui pelatihan terapi oleh konsultan tarapis Klub Belajar Sipatokkong dari Jakarta.

Related posts

CELEBESONLINE