counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

KBS Fasilitasi Pelatihan Terapis Anak Berkebutuhan Khusus di Polman

-
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Polewali РSulitnya akses dan mahalnya biaya terapi pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) menjadi hambatan bagi orang tua di Kabupaten Polewali Mandar untuk memberikan penanganan kepada anaknya yang ABK. Hal ini mendorong  Klub Belajar Sipatokkong (KBS) yang merupakan klub relawan terapis untuk ABK prasejahtera, memfasilitasi pelatihan terapis untuk penanganan ABK di daerah tersebut.

“Ini menjadi kehormatan bagi kami bisa memfasilitasi pelatihan terapis pada orang tua ABK di Kabupaten Polman. Mudah-mudahan ke depannya makin banyak orang tua, terutama dari keluarga prasejehtera yang mempunyai keterampilan menangani ABK,” kata penggagas KBS, Imran Sentosa.

Pelatihan terapi penanganan ABK di Kabupaten Polman ini dilaksanakan di Kantor Koperasi Harapan Kita, akhir pekan kemarin dengan peserta sebanyak 20 orang tua keluarga prasejahtera. Rata-rata anak dari peserta pelatihan terapis ini didiagnosa autis.

Selain membawa dua tim terapis senior dari Makassar, KBS yang berpusat di Jalan Adullah Daeng Sirua, Makassar, itu juga menghadirkan konsultan terapis KBS yang juga terapis senior berpengalaman dari Jakarta, Shinta Barasa SPsi MPsi.

Shinta yang juga banyak memberi konsultasi gratis mengenai penanganan ABK di berbagai kota di Indonesia ini, memberikan banyak penegasan pada peserta mengenai tata laksana penanganan ABK beserta cara diet yang tepat untuk ABK.

“Intinya kami ingin berbagi. Semakin banyak orang tua yang terbantu serta paham tata cara penanganan ABK, maka semakin cepat penanganan untuk membantu anak-anak kita keluar dari masalahnya,” tambah Imran.

Selain pelatihan, Shinta beserta tim terapis KBS dari Makassar juga melakukan assessment pada anak peserta pelatihan berikut tata cara penanganannya.

“Kami sudah memberi jalan dan pelatihan hari ini saja tentu belum cukup. Orang tua harus proaktif jika anaknya ingin berhasil,” timpal kordinator KBS, Ridhayani.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Amin Sadana, mengatakan pelatihans eperti ini merupakan kegiatan pertama di KabupatenPolman dan dirinya berharap bisa bersinergi dengan KBS untuk kegiatan-kegiatan lainnya yang menyangkut penanganan ABK.

“Alhamdulillah, ini menjadi dasar bagi kami untuk menangani ABK kami. Mdah-mudahan kedepannya kami bisa bersinergi dengan KBS untuk kegiatan-kegiatan lainnya mengenai ABK,” harap Amin Sadana.

Related posts

CELEBESONLINE