counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Unibos Bahas Reformasi Pertanian Berbasis Organik

Seminar yang membahas tentang pertanian organik -
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagro) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Bosowa (Unibos) menggelar Seminar Nasional dengan tema “Reformasi Pertanian Berbasis Organik Upaya Mewujudkan Kemandirian Pangan” di Balai Sidang 45 Makassar, Kamis (7/12/2017).

Seminar ini menghadirkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Faizal Wahab,sebagai pemateri. Selain itu, pemateri lainnya adalah Wakil Rektor I Unibos, Prof Dr A Muhibuddin MP, dan Founder Famili Ekokultura Group Organic Lifestyle & Farming Practitioner dan Advisor, Soeparwan Soeleman.

Kegiatan ini membahasa tentang reformasi pertanian berbasis organik. Para pemateri memberikan pemahaman tentang penggunaan bahan organic sebagai jawaban atas green revolution.

Faizal Wahab selaku Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura memaparkan beberapa strategi dan arah kebijakan pemerintah dalam penerapan pertaniaan organik.

“Merupakan suatu keuntungan Sulawesi Selatan mempunya dua iklim dalam waktu bersamaan yang dimana ketika Makassar dilanda iklim tropis, di kabupaten lain semisal Kabupaten Soppeng itu mendapat hujan yang lebat. Ini akan memberi keuntungan bagi beberapa daerah mampu mengolah lahan tanaman secara berangsur,” ungkapnya.

Selanjutnya Prof¬† Muhibuddin menuturkan beberapa potensi pertanian organik. “Beberapa potensi tersebut termasuk mampu menjaga kesehatan konsumen dari penggunaan bahan-bahan yang dapat merusak tubuh manusia, mampu mengembalikan kesuburan tanah, membantu dalam meningkatkan pendapatan petani dengan hasil yang lebih baik dan lebih berkualitas, juga mampu mereduksi pemanasan global,” tuturnya.

“Untuk mengembangkan pemakaian bahan organic memang dibutuhkannya sinergitas antara akademisi, bisnisman, dan government yang dimana akademisi atau pelajar yang mempunya ilmu pengetahuan terhadap pemakaiaan bahan organik di dukung oleh pemilik modal (bisnisman) dalam perkembangannya dan juga didukung oleh peraturan pemerintah. Maka berjalanlah sistem pertanian berbasis organik ini,” tambahnya.

Sedangkan Soeparwan Soeleman juga menjelaskan mengatakan bahwa bahan organik merupakan suatu yang sudah sangat lama dibicarakan sekitar satu abad yang lalu. Namun bahan organik pada saat ini telah mempunyai standar dalam penggunaannya.

“Tetapi disisi lain juga masih terdapat permasalahan yang ada dalam 5 sudut pandang untuk pelaksanaan sistem pertanian organik ini. Termasuk konsumen yang belum mengerti kreteria organik, masyarakat yang belum peduli makanan dan lingkungan sehat, pedagang yang orientasi bisnis sebagai penyuplai produk sehat, pemerintah belum menjadi fukus utama, dan operator yang memiliki pengertian yang berbeda-beda,” ungkap Founder Famili Ekokultura Group Organic.

Dalam sambutan Dekan Fakultas Pertanian, Sarifuddin MP, turut menjelaskan bahwa kemandirian suatu bangsa dapat diliat dengan tiga pilar, kemandirian bidang hukum, kemandirian sumber energi, dan kemandirian pangan. Namun untuk membangun tiga pilar tersebut yang mesti diubah lebih awal ialah pemikiran masyarakat terkait pertanian yang beranggapan profesi pertanian ialah bidang yang kotor yang jorok sehingga ketertarikan masyarakat akan hal ini sangatlah minim.

“Hal ini harus kita benahi dalam penyebutan namanya sahaja semisal pengusaha pertanian atau pengusaha peternakan pasti akan meningkatkan ketertarikan masyarakat kita,” katanya.

Related posts

CELEBESONLINE