counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Presiden Jokowi Kecam Rencana Donald Trump di Yerusalem

Presiden Jokowi - int
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam sebuah pidatonya, Rabu (6/12/2017) lalu, menyebutkan bahwa Yerusalam menjadi ibukota Israel. Trump juga berencana memindahkan Markas Duta Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Amerika menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. “Akhirnya hari ini kita mengakui hal yang sudah jelas bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel,” kata Presiden Trump. “(Pengakuan) ini tidak lebih dan tidak kurang. Ini adalah sebuah pengakuan atas realitas. Hal ini juga merupakan hal yang benar untuk dilakukan. Ini hal yang harus dilakukan.”

Status Yerusalem merupakan jantung konflik panjang Israel-Palestina, karena Israel mencaplok Yerusalem Timur yang bagi Palestina merupakan ibu kota negara mereka di masa depan.

Para pemimpin dari dunia Muslim dan masyarakat internasional langsung bergejok dan melontarkan kemarahan mereka, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Presiden Indonesia, Jowo Widodo, pun mengecam pernyataan Donald Trump itu.

“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengakuan ini melanggar resolusi DK (Dewan Keamanan) dan Majelis Umum PBB,” seru Presiden Jokowi melalui akun Twitter-nya @jokowi.

“Saya dan rakyat Indonesia tetap konsisten bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya,” tambah Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyerukan agar OKI dan PBB segera membahas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebutnya melanggar berbagai resolusi PBB.

Berikut pernyataan Jokowi selengkapnya:

1. Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

2. Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

3. Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945.

4. Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.

5. Saya telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia.

 

Related posts

CELEBESONLINE