counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Makan Apel, Jangan Kunyah Bijinya. Ini Bahayanya

Sebaiknya biji apel tidak perlu dimakan. Tentu lebih baik, memakan dagingnya saja yang menyegarkan dan menyehatkan - (int)
New Banner Semen

CELEBESonline.com – Apel adalah salah satu buah yang menjadi favorit banyak orang. Selain rasanya, buah ini memang buah yang menyehatkan dan menyegarkan. Selain itu, apel juga memiliki manfaat lain yakni kandungan antioksidan yang ditemukan pada apel dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat oksidasi.

Namun, belakangan beredar kabar bahayanya jika makan biji apel. Dilansir oleh laman Times of India, menelan biji apel dapat berbahaya. Biji apel mengandung amigdalin yang berbahaya apabila dikonsumsi secara terus menerus.

Amigdalin pada apel dapat menghasilkan zat sianida yang sangat berbahaya. Zat sianida dapat menyebabkan beberapa gejala seperti pusing, tekanan darah meningkat, koma, hingga kematian.

Meskipun begitu, keracunan akut yang disebabkan oleh biji apel yang tak sengaja tertelan adalah kasus yang jarang terjadi. Amygdalin ini tidak hanya terdapat pada apel, tetapi Anda juga bisa menemukannya biji aprikot, biji buah persik, plum, dan almond.

Apa itu amygdalin? Dikutip dari hellosehat.com, Amygdalin adalah racun glikosida yang dapat memproduksi hidrogen sianida, jika dikombinasikan dengan enzim gastrointestinal/pencernaan. Dibandingkan apel, biji buah yang memiliki zat amygdalin yang lebih besar adalah aprikot dan persik.

Sianida adalah racun yang mematikan. Sianida memiliki sejarah yang panjang untuk digunakan pada perang kimia dan bunuh diri massal. Bagaimana dengan sianida pada biji apel, apakah juga berbahaya? Faktanya zat amygdalin yang terkandung pada biji apel hanya sedikit. Selain itu, untuk mengubahnya menjadi sianida, Anda harus mengunyah biji tersebut.

Jika biji ini terkunyah hanya sedikit, tentunya tidak masalah. Jumlah kecil tersebut dapat didetoksifikasi oleh enzim yang ada di dalam tubuh Anda. Dalam jumlah kecil, tubuh mengubah sianida menjadi tiosianat, yang tidak berbahaya dan bisa dikeluarkan oleh urin.  Selain itu, ternyata jumlah yang sedikit ini justru bermanfaat untuk menjaga kesehatan saraf dan sel darah merah, jika dikombinasikan dengan zat kimia lain yang dapat membentuk vitamin B12.

Tetapi, pendapat berbeda diungkapkan Agency for Toxic Substances & Disease Registry, yang dikutip situs Healthline, menurutnya jumlah yang minim pun tetap berbahaya. Terkontaminasi sianida dapat menyebabkan kerusakan jantung, dan otak, bahkan koma, dan kematian.

Jika Anda memakannya dalam jumlah besar, tentunya akan berbahaya. Sianida dalam jumlah besar dapat mengikat fungsi sel-sel darah yang membawa oksigen, karena zat ini mampu masuk dengan cepat ke dalam aliran darah. Dalam sekejap, sel akan kekurangan oksigen dan tentunya sel menjadi mati. Racun sianida akan menyerang jantung, sistem pernapasan, dan sistem saraf pusat.

Sementara itu, menurut Centers for Disease Control and Prevention, yang dikutip situs Healthline, dosis sianida yang dapat mengakibatkan kondisi fatal adalah sekitar 1-2mg/kg, atau kira-kira Anda harus memakan sekitar 200 biji apel, atau 20 bagian tengah buah apel. Dengan pro dan kontra yang ada, sebaiknya biji apel tidak perlu dimakan, selain untuk berhati-hati, rasanya juga pahit. Tentu lebih baik, Anda memakan daging apelnya saja, yang menyegarkan dan menyehatkan.

 

Related posts

CELEBESONLINE