counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Gara-Gara Status di Facebook, Keluarga Komang Tinggalkan Sorowako

Komang Agus Krisna Guna - (Son)
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Luwu Timur – Mulutmu Harimaumu, inilah istilah yang pantas untuk Komang Agus Krisna Guna. Guru yang mengajar di SMA YPS Sorowako itu, nyaris diamuk warga Sorowako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, lantaran membuat status di Facebook yang diduga mengandung ujaran kebencian terhadap umat Islam.

Informasi dari Camat Nuha, Masdin yang dikonfirmasi Kamis malam, 11 Januari 2018, menjelaskan warga Sorowako yang marah sempat mendatangi Kantor Camat Nuha meminta Pemerintah bertindak atas ocehan Komang di Media Sosial yang sudah meresahkan.

Warga mengancam akan menghakimi pelaku jika pemerintah tidak bertindak. Alhasil, Camat akhirnya membuat pertemuan menghadirkan Pelaku, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama Lutim, pihak kepolisian dari Polsek Nuha, Pengurus Hindu Dharma Sorowako serta Warga Sorowako.

Dalam pertemuan tersebut Pelaku meminta maaf kepada Umat Islam karena telah membuat postingan yang memicu kemarahan umat Islam.

Dalam Pernyataan Tertulisnya, Komang menyatakan sebagai Berikut;

“Permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh Umat Islam atas segala postingan-postingan saya di facebook selama ini yang telah menyakiti umat Islam.

Saya berjanji tidak akan menulis atau memposting-posting lagi di facebook atau di media manapun postingan yang dapat menyakiti saudara-saudara saya umat Islam atau agama lainnya.”

“Pelaku sudah minta maaf secara tertulis, dan sudah pula menyerahkan diri ke Polisi,” kata Masdin.

Masdin menegaskan Pemerintah sudah melakukan upaya, tidak perlu lagi diperlebar karena ini murni perbuatan oknum saja. Sekali lagi perbuatan ini bukan mengatas namakan warga Bali melainkan oknum saja.

Bahkan, Pengurus Hindu Dharma Sorowako yang juga masuk dalam Forum Komunikasi Antar Umat Beragama Luwu Timur juga mengecam dan menyayangkan postingan pelaku yang memicu keresahan dan menciderai keharmonisan antar agama yang sudah lama terbangun dengan baik di Lutim.

Komang adalah seorang guru Komputer di SMA YPS Sorowako milik PT Vale. Nasibnya pun di sekolah itu di ujung tanduk karena warga juga meminta pihak PT Vale memecat Komang karena dianggap berbahaya bagi dunia Pendidikan dan dicap guru yang tidak bisa diteladani.

Manajemen PT Vale Bayu Aji yang dikonfirmasi terkait desakan pemecatan Komang Agus Krisna dari SMA YPS Sorowako berjanji akan memberikan jawaban setelah melakukan koordinasi dengan Pimpinan PT Vale.

“Tunggu ya, secepatnya kami akan memberikan jawaban karena ini harus dibicarakan ke dalam dulu,” ujar Bayu.

Pasca kejadian ini, anak dan isteri pelaku sudah meninggalkan rumahnya di Sumasang, Sorowako, karena ketakutan adanya intimidasi dari orang yang tak dikenal. Aparat Polsek Nuha juga sudah melakukan penjagaan terhadap rumah pelaku untuk mengantisipasi dampak terburuk yang akan ditimbulkan pasca kejadian tersebut.(*)

Related posts

CELEBESONLINE