counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Selama Musim Hujan, Begini Penurunan Omzet Penjual Putu di Antang

Putu cangkir khas Makassar yang dijual di jalan Nipa-Nipa Lama Antang - (brigita)
New Banner Semen

CELEBESonline.com, Makassar – Hujan yang menguyur Kota Makassar dan sekitarnya sejak akhir 2017 silam, rupanya berdampak pada menurunnya pendapatan para penjual putu di jalan Nipa-Nipa Lama,Antang.

Ditemui CELEBESonline.com, para penjual putu yang telah berjualan di kawasan tersebut sejak belasan tahun silam, mengaku omzet mereka berkurang nyaris mencapai 50 persen.

Uphy, salah seorang penjual putu mengaku penghasilannya yang bisa mencapai Rp 300 ribu di musim kemarau, kini hanya berkisar Rp 200 ribu. “Kalau musim kemarau banyak pembeli, tapi biasa kalau musim hujan agak kurang karena pembeli malas turun dari kendaraannya buat singgah beli putu,” terang penjual putu cangkir dan putu tongka’ yang telah berjualan sejak 15 tahun silam tersebut, Jumat, 12 Januari 2018.

Jalan Nipa-Nipa Lama, di daerah Antang, sejak lama memang telah dikenal sebagai sentra penganan tradisional jenis putu. Di kawasan tersebut, para penikmat kuliner dengan mudah menemui penjual putu yang menyiapkan beragam pilihan rasa hingga warna.

Putu adalah penganan tradisional yang dibuat dari bahan dasar beras ketan yang dicampur dengan olahan gula merah dan parutan kelapa yang kemudian dikukus selama sekitar 10 menit. Harganya pun relatif sangat murah. Cukup dengan seribu rupiah, Anda dapat menikmati putu cangkir khas Antang yang terkenal lezat itu.

 

Related posts

CELEBESONLINE