banner pasang iklan
banner pasang iklan

BSN Dukung BI Menerapkan Gerbang Pembayaran Nasional

Kepala BSN, Prof Bambang Prasetya -

CELEBESonline.com, Jakarta – Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendukung Bank Indonesia (BI) dalam penerapan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). BSN mendukung program GPN sebagai mekanisme transaksi pembayaran secara nasional dalam bentuk standardisasi dan sistem Issuer Identification Number (IIN) yaitu nomor identifikasi unik sesuai aturan ISO/IEC 7812 bagi institusi penerbit kartu.

Hal ini disampaikan Kepala BSN, Prof Bambang Prasetya, saat menerima audiensi Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

BI telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No 19/8/PBI/2017 tentang GPN sebagai sistem yang terdiri atas standar, switching, dan services yang dibangun melalui seperangkat aturan dan mekanisme untuk mengintegrasikan berbagai instrument dan kanal pembayaran secara nasional. Pemerintah telah menerbitkan Perpres No 74 Tahun 2017 tentang Roadmap E-commerce untuk memudahkan dan efisiesi transaksi terkait dengan pembayaran non tunai.

Penerapan GPN mewajibkan setiap penerbit kartu yang akan masuk ke dalam sistem GPN untuk memiliki nomor identifikasi unik IIN. Nomor identifikasi yang terdiri atas 6 digit ini bersifat unik untuk setiap institusi penerbit kartu dan berfungsi untuk mencegah terjadinya kesalahan identifikasi kegiatan transaksi data secara elektronik dan menghindari tumpang tindih penomoran identifikasi yang bersifat global di seluruh dunia dengan mengacu pada standar yang sama.

“BSN mendukung program pemerintah ini untuk efektivitas kelancaran bisnis di Indonesia melalui penerapan IIN,” ujar Bambang.

Bambang menjelaskan BSN merupakan lembaga satu-satunya di Indonesia yang berhak dan berwenang untuk mengeluarkan kode unik IIN. Pemanfaat dari nomor identifikasi ini tidak hanya terbatas bagi kalangan perbankan saja, tetapi juga dapat digunakan oleh maskapai penerbangan, pelayanan kesehatan, telekomunikasi, retail, travel, entertainment, dan institusi penerbit kartu lainnya.

“Sebagai contoh, saat ini pelayanan jasa jalan tol sudah menerapkan GPN sehingga semua pelanggan harus menggunakan kartu sebagai pengganti uang tunai di setiap gerbang pembayaran walaupun berbeda bank,” ujar Bambang.

Selain itu beberapa penyelenggara telekomunikasi juga telah menyediakan layanan pembayaran melalui jalur telepon seluler sebagai pengganti uang tunai di beberapa tempat.

Dalam kesempatan ini, Onny menyampaikan ada tiga sasaran utama implementasi GPN yaitu pertama, menciptakan ekosistem sistem pembayaran yang saling interkoneksi, interoperabilitas dan mampu melaksanakan pemrosesan transaksi yang mencakup otorisasi, kliring dan setelmen secara domestik. Kedua, meningkatkan perlindungan konsumen antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi.

Dan ketiga, meyakinkan ketersediaan dan integritas data transaksi sistem pembayaran nasional guna mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter, efisiensi intermediasi dan resiliensi sistem keuangan. Sebagai antisipasi penerapan GPN, Bank Indonesia akan mengarahkan kepada bank yang belum memiliki IIN, baik bank daerah maupun asing, untuk segera mendapatkan kode unik tersebut. “Kami akan segera membuat edaran agar bank segera mendaftar ke BSN untuk mendapatkan IIN” tegas Onny.

Onny menjelaskan program GPN juga dihadirkan sebagai backbone guna memberikan dukungan penuh bagi program-program Pemerintah termasuk penyaluran bantuan sosial non tunai, elektronifikasi jalan tol dan transportasi publik, keuangan inklusif dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik sebagaimana yang telah dimandatkan dalam Perpres No 74 Tahun 2017. Untuk penerapan GPN, BI mewajibkan setiap penerbit kartu yang akan masuk ke dalam sistem GPN untuk memiliki nomor IIN sesuai aturan ISO/IEC 7812.

Sementara itu Plh Kepala KLT BSN Makassar, Teguh Budiono, menghimbau kepada pelaku usaha yang akan mengikuti kebijakan Pemerintah ini di Sulsel untuk segera mendaftarkan IIN di BSN. “Sekarang ini eranya transaksi keuangan digital yang serba cepat dan praktis serta lintas negara, jadi sebaiknya pelaku usaha untuk mendapatkan IIN,” ujar Teguh.

Sebagai kota besar di wilayah Timur Indonesia, Makassar banyak hotel dan rumah sakit dengan taraf Internasional serta menjadi kunjungan wisata dari mancanegara. Hadirnya pusat retail modern juga memicu pertumbuhan penggunaan transaksi pembayaran secara elektronik. Tren pembayaran dengan sistem GPN pun telah sampai di Sulsel dengan diterapkan sistem pembayaran elektronik untuk jalan tol yang berjalan dengan baik.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan bahwa untuk mendapatkan nomor unik IIN ini pelaku usaha bisa menyampaikan surat resmi ke BSN melalui Pusat Kerjasama Standardisasi. Pelaku usaha hanya boleh mendaftarkan satu nomor IIN. Untuk biaya penerbitan IIN sebesar USD 100 ditambah Rp 4.500.000 sesuai PP No 62/2007 dan masuk ke kas negara.

Setelah persyaratan dan proses pendaftaran dilakukan secara baik dan lengkap, BSN akan memberikan persetujuan atas aplikasi yang diajukan yang kemudian akan diteruskan oleh BSN selaku Sponsoring Authority kepada American Banking Association (ABA) di Washington DC sebagai Registration Authority. “Karena seluruh dunia sepakat dengan standar ISO, maka dipastikan tidak ada nomor yang ganda,” tutup Teguh.

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBESONLINE