banner pasang iklan
banner pasang iklan

Demi Dapatkan Bonus dari GRAB, 7 Pemuda Ini Lakukan Illegal Access

Kabidh Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, menjelaskan tentang penipuan aplikasi GRAB - Wahyu

CELEBESonline.com, Makassar – Ditreskrimsus Polda Sulsel melakukan penangkapan terhadap tujuh pemuda yang menjadi tersangka sindikat lllegal Access terhadap Elektronik GRAB di salah satu kamar kost di daerah Todopulli Panakukang, Sabtu (20/1/2018), sekitar pukul 16.oo wita.

Ketujuh pelaku ini adalah IGA (31) asl Bali, AQM (25) asal Palopo, RJ (25) asal Parepare, HR (21) asal Makassar, KFP (24) asal Sulut, TR (24) asal Gowa, dan TB (25) asal Makassar. Ketujuh orang ini Kesemuanya terdaftar sebagai pengemudi di PT Solusi Transportasi Indonesia (GRAB) Kota Makassar.

Mereka diamankan karena telah melakukan aktivasi mencurangi sistem elektronik aplikasi pengemudi GRAB sehingga dalam aplikasi GRAB terlihat seolah-olah pengemudi sedang bekerja mengantarkan pelanggan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan bonus harian jika memenuhi target yang ditentukan perusahaan.

Pada awalnya, para pelaku membeli akun pengemudi GRAB yang dipasarkan secara online, sehingga setiap pelaku memiliki lebih dari satu akun pengemudi GRAB dengan identitas yang berbeda-beda. Selanjutnya para pelaku memasang (menginstall) aplikasi pihak ketiga yaitu “Mock Location” pada hand phone android mereka yang berfungsi mencurangi system elektronik aplikasi pengemudi GRAB.

Dengan demikian, posisi keberadaan serta pergerakan GPS pengemudi dapat diatur atau disetting bergerak sesuai kehendak pelaku. Di satu, sisi para pelaku juga membuat akun GRAB di sejumlah hand phone yang disediakan untuk berpura-pura menjadi pelanggan layanan GRAB.

Untuk mekanisme kerjanya, para pelaku berkumpul di satu tempat kemudian melakukan aksinya dengan berpura-pura menjadi pelanggan yang memesan layanan GRAB secara online dan kemudian diterima oleh akun pengemudi GRAB yang telah disiapkan. Dengan menggunakan aplikasi “Mock Location” pelaku dapat mengendalikan GPS sehingga dalam aplikasi GRAB terlihat seolah-olah pengemudi sedang bekerja mengantarkan pelanggan atau diistilahkan sebagai “tuyul”.

Hal itu dilakukan secara silang dan berulang-ulang dengan akun pelanggan dan pengemudi yang berbeda-beda agar tidak dicurigai. Dengan perbuatannya itu para pelaku mentarget masing-masing akun pengemudi GRAB yang dimiliki harus dapat memanipulasi 15 orderan (trip) per hari sehingga akhirnya bias mendapatkan insentiffbonus perharinya Rp 240.000 dari perusahaan untuk satu akun pengemudi GRAB tanpa harus mengantarkan penumpang.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, dalam rilisnya hari ini, Senin (22/1/2018), mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dan masyarakat terkait adanya aktifitas mencurigakan beberapa pemuda yang diduga pengemudi GRAB di salah satu rumah kost di Toddopuli.

“Anggota kemudian mendatangi lokasi rumah kost dimaksud dan langsung pemeriksaan serta penggeledahan terhadap ujuh orang pemuda yang sedang berkumpul tersebut. Para pelaku tertangkap tangan sedang melakukan aktifitas Illegal Access aplikasi GRAB untuk meraih insentif/bonus tanpa melakukan pekersajaan yang sebenarnya,” ucap Dicky.

Berdasarkan keterangan pelaku, mereka belajar modus operandi ini secara otodidak dari internet. Mereka telah beroperasi sejak awal tahun 2018 dan telah mendapatkan keuntungan sekitar Rp 50 juta.

Bersama para tersangka turut diamankan lima unit mobil berbagai jenis, 50 unit handphone, tujuh ATM, tiga modem, dan catatan log kegiatan Illecag  Access.

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBESONLINE