Dupa di Makassar Berasal dari Thailand dan Tionghoa | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Dupa di Makassar Berasal dari Thailand dan Tionghoa

CELEBESONLINE (Makassar): Upacara keagamaan masyarakat Tionghoa tidak terlepas dari ritual ibadah membakar hio atau dikenal oleh masyarakat umum dengan sebutan dupa. Ini merupakan salah satu perlengkapan ibadah umat Budha dan Konghucu.

Dupa lebih sering dijumlah di tempat ibadah seperti klenteng atau vihara. Nah, dupa ini ternyata tidak hanya laris dipesan pada momen hari besar keagamaan, tapi juga pada saat ritual kematian.

Sang pemilik toko, Victor Theodus, mengatakan bahwa dupa yang dijualnya didatangkan dari luar negeri seperti Thailand atau Tiongkok. Harganya beragam, tergantung ukurannya, mulai dari Rp 25 ribu per pack hingga Rp 500 ribu per pack.

BACA JUGA :  Kepala Badan Narkotika Nasional Temui Kapolda Sulsel, Ini Yang Dibahas!

“Dupa biasanya ramai dicari saat hari besar keagamaan, seperti saat Imlek. Tapi juga dicari saat upacara pemakaman serta saat ritual ziarah makam. Penggunaan dupa saat ibada harian sudah menjadi kelengkapan wajib,” katanya.

Umat Budha dan Konghucu sendiri meyakini makna dari penggunaan dupa sebagai media yang bisa menghubungkan antara dunia manusiawi dengan alam leluhur. Dari jenis dan fungsinya, beberapa dupa dipercaya berguna untuk mengusir hawa atau hal-hal yang bersifat jahat, juga dijadikan alat pengukur waktu pada zaman masyarakat Tionghoa kuno.

BACA JUGA :  Edarkan Shabu, Dua IRT Kakak Beradik Ini Ditangkap Tim Macan

Selain itu, dupa juga biasa digunakan untuk kegiatan aroma terapi dalam melakukan meditasi.(*)

About The Author

Related posts

CELEBES ONLINE