Santri Darul Istiqamah Maros Gunakan Cara Tradisional Bikin Minyak Goreng | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Santri Darul Istiqamah Maros Gunakan Cara Tradisional Bikin Minyak Goreng

CELEBESONLINE, Maros – Untuk pertama kalinya, Pondok Pesantren Darul Istiqamah di Kabupaten Maros mengajar ratusan santrinya melakukan praktek langsung membuat minyak goreng dengan cara tradisional. Kegiatan ini dilakuka di halaman Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Maccopa Maros, Rabu (21/12/2016).

Sebanyak 250 santri wanita, yang terbagi dalam 25 kelompok mulai dari tingkat SMP hingga SMA, berbaur dalam kegiatan yang bertajuk “Coconut Oil Day” ini. Masing-masing kelompok bersama-sama mempraktekkan cara membuat minyak goreng dari buah kelapa. Mereka membuat minya goreng secara tradisional atau alami seperti yang dilakukan nenek moyang zaman dulu.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maccopa Kabupaten Maros, Ustadz Muthahhir Arif, mengatakan bahwa tujuan digelarnya membuat minyak goreng secara tradisional ini dengan harapan agar para santri bisa memetik pelajaran dari proses tersebut, sabar dan jadi generasi kuat.

“Selain untuk mengangkat kembali tradisi nenek moyang yang sudah mulai dilupakan akibat kehidupan yang serba instan saat ini, juga bertujuan agar para santri memahami cara membuat goreng seperti yang dilakukan nenek moyang dahulu,” ungkap Ustadz Muthahhir Arif.

Hal senada juga dikatakan oleh direktur Darul Istiqamah, Dr Alfian Parewangi. Ia menjelaskan bahwa selain untuk memperkenalkan tradisi nenek moyang jaman dulu, praktek membuat minyak goreng dengan cara tradisional ini, bertujuan untuk menempa karakter santri, agar menjadi pribadi yang kuat, sabar, dan menghargai setiap proses, sebagaimana yang dilakukan dalam membuat minyak goreng.

Membuat minyak goreng secara tradisional, mulai dari buah kelapa sampai jadi minyak membutuhkan waktu sekitar 8 jam. “Kita harapkan dengan proses yang begitu lama ini, diharapkan santri bisa memetik pelajaran dari proses pembuatannya agar menjadi pribadi yang sabar, berkarakter kuat dan menghargai proses,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang santri kelas 3 SMA Spidi Maccopa Maros, Aulia, mengaku senang dengan praktek tersebut. Menurutnya, praktek proses pembuatan minyak goreng tradisional ini banyak pembelajaran yang ia dapatkan, seperti mengetahui secara langsung proses perubahan Fisika, Kimia, dan Biologi.

Selain itu, dari pelajaran ini, secara tidak langsung menjadi pengalaman berarti bagaimana susahnya orang tua jaman dulu dalam membuat minyak goreng. “Dapat mengetahui cara pembuatan minyak goreng dari kelapa secara tradisional serta mempraktekkan langsung pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi dalam proses pembuatan minyak goreng ini,” ungkap Aulia.

Dalam proses membuat minyak goreng cara tradisional ini, para santri memperhatikan langsung membuat minyak goreng mulai dari memotong kelapa sendiri, memarut dan memeras kelapa, hingga menggunakan kayu bakar untuk proses memasak hingga menjadi minyak goreng.(*)

About The Author

Related posts

CELEBES ONLINE