Disnaker Maros Telusuri Dugaan Pelanggaran Management SPBU Patung Kuda Maros Terhadap Pekerjanya | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Disnaker Maros Telusuri Dugaan Pelanggaran Management SPBU Patung Kuda Maros Terhadap Pekerjanya

SPBU Patung Kuda -

CELEBESonline, Maros – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Maros tengah menelusuri dugaan pelanggaran yang dilakukan managemen perusahaan SPBU Patung Kuda Maros. Beberapa dugaan pelanggaran disinyalir kuat oleh Disnaker Maros dilakukan oleh pihak SPBU, terhadap delapan pekerjanya yang menjadi korban ledakan tangker SPBU, Selasa (7/3/2017) malam lalu.

Terkait hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Muhammad Alwi, menjelaskan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Selatan untuk memanggil pihak perusahaan SPBU dalam mengklarifikasi dugaan pelanggaran.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Provinsi. Dalam waktu dekat, pengawas tenaga kerja akan memanggil pihak perusahaan untuk mengkalrifikasi semua dugaan itu. Jika memang terbukti kita berharap akan ada solusi terutama terkait seluruh korban,” kata Muhammad Alwi.

Menurut Alwi, ada beberapa dugaan pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Mulai dari persoalan upah hingga pada jaminan sosial para pekerja yang merupakan kewajiban mutlak bagi perusahaan.

Lebih jauh Alwi menyebut, pihak perusahaan harusnya mengutamakan penanganan seluruh korban ledakan, terutama biaya pengobatan selama dirawat di Rumah Sakit. Pasalnya, dari hasil data yang mereka miliki, pihak SPBU memang tidak mendaftarkan karyawannya ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Setelah menelusuri data korban di BPJS Ketenagakerjaan, ternyata tidak terdaftar disana,” sebutnya

Sementara itu, secara terpisah, Pejabat BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maros, Sony Cahya Wirawan, menjelaskan SPBU patung kuda, yang ada di Jalan Jendral Sudirman tersebut, tidak terdaftar sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan.

Sony mengaku, pihak SPBU pasca kejadian, pihak perusahaan memang pernah datang untuk mendaftar dengan harapan kecelekaan kerja itu bisa tercover, namun tidak bisa. “Mereka pernah datang, tapi kami jelaskan tidak bisa tercover, karena kami hanya mengcover kecelakaan pasca pendaftaran,” jelas Sony.

Sementara itu, dua korban ledakan SPBU Patung kuda, Sunardin (18) dan Firman (22), hingga kini masih dirawat intensif di RSUD Salewangang Maros.

Keluarga kedua korban berharap agar pihak perusahaan menanggung penuh biaya berobat korban. Terlebih selama ini mereka mengaku menggunakan biaya pribadi untuk berobat, karena santunan sebesar Rp 1,1 juta yang berikan oleh perusahaan tidak mencukupi.

About The Author

Related posts

CELEBES ONLINE